Breaking News:

Gelar Webinar, Fraksi Golkar DPR RI Sosialisasikan UU Cipta Karya ke Seluruh Wakil Rakyat di Daerah

Kegiatan Webinar diikuti oleh lebih dari 300 anggota Fraksi Golkar DPRD baik kabupaten/kota dan provinsi di lima Hubwil 1

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Hubwil 1 Fraksi Partai Golkar DPR RI menggelar kegiatan Webinar sosialisasi Undang Undang Cipta Kerja, Senin, (19/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hubungan Wilayah (Hubwil) 1 Fraksi Partai Golkar DPR RI menggelar kegiatan Webinar sosialisasi Undang Undang Cipta Kerja, Senin, (19/10/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 anggota Fraksi Golkar DPRD baik kabupaten/kota dan provinsi di lima Hubwil 1.

Meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

Ketua Hubwil 1 FPG DPR RI Arsyadjuliandi Rachman mengatakan kegiatan ini merupakan amanah dari Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Baca juga: Ada Layanan dan Fasilitas Baru di Grand Central Hotel Pekanbaru, Apa Saja?

Baca juga: Gugatan Paslon ASA Terhadap SK KPU Kuansing Ditolak Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara

Baca juga: Siapkan Satu TPS Khusus di Rutan Kelas II B Rengat, KPU Inhu Susun Rencana Sosialisasi

Agar seluruh entitas FPG DPR RI bisa sesegera mungkin melakukan sosialisasi kepada anggota anggota fraksi Golkar DPRD di daerah.

"Kegiatan ini sangat penting sebagai bekal kepada anggota fraksi Golkar di DPRD dalam menjawab pertanyaan pertanyaan di masyarakat terkait UU Cipta Kerja ini,"ujarnya, Selasa (20/10/2020).

Fraksi Golkar DPR RI membawahi delapan unit hubungan wilayah dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua FPG DPR RI Kahar Muzakir.

Webinar ini diisi oleh dua pembicara dari Fraksi Golkar DPR RI yang juga anggota panitia kerja (Panja) R UU Cipta Kerja.

Mereka yakni Lamhot Sinaga, anggota DPR RI daerah pemilihan Sumut dan John Kennedy Azis, anggota DPR RI dapil Sumbar.

Keduanya bisa menjelaskan dengan gamblang dan runut bagaimana suasana kebatinan munculnya UU ini yang memang sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja.

Lamhot Sinaga mengatakan saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 10 juta orang lebih. Dan setiap tahunnya bertambah 2 juta orang pencari kerja.

Ia pun menjelaskan 1 persen pertumbuhan ekonomi butuh Rp800 triliun, kalau untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen, butuh Rp4.000 triliun.

Padahal APBN Indonesia hanya sekitar Rp 2.000 triliun setiap tahunnya.

Separuhnya lagi diharapakan kontribusi dari sektor swasta.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved