Breaking News:

Jaksa Tuntut Perusahaan Malaysia Rp 4.4 Miliar dalam Kasus Karhutla di Riau, Pengacara Ajukan Pledoi

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan setelah melihat pembuktian selama persidangan serta sidang lapangan atau Pemeriksaan Setempat (PS)

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Jaksa Tuntut Perusahaan Malaysia Rp 4.4 Miliar dalam Kasus Karhutla di Riau, Pengacara Ajukan Pledoi. Foto: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menuntut PT Adei Plantation and Industry dengan total denda Rp 4,4 Miliar dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (20/10/2020). 

Kemudian menjatuhkan pidana denda pokok kepada PT Adei sebesar Rp 1.500.000.00,-.

Selanjutnya pidana denda tambahan untuk perbaikan lahan yang terbakar seluas 4,16 hektar sebesar Rp 2.987.694.064.

Besaran itu dirincikan dalam dua kategori denda yakni kerugian ekologis dan ekonomis.

Pembagiannya ialah Rp 1.937.592.014,- yang disetorkan ke kas negara dan Rp 1.050.102.050,- yang digunakan untuk pemulihan lahan dengan kompos di lahan PT Adei yang terbakar di divisi ll Desa Batang Nilo Kecil.

JPU juga menetapkan barang bukti berupa sejumlah dokumen dan barang bukti-bukti lainnya.

Dalam menyusun tuntutan hukuman itu, jaksa mempertimbangkan dua hal yakni hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa PT Adei.

"Hal-hal yang memberatkan yakni PT Adei sudah pernah dihukum dalam pidana serupa.

Hal yang meringankan PT Adei terbukti kooperatif selama persidangan sehingga berjalan lancar," tambah Ray Leonard.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Bambang memberikan kesempatan kepada PT Adei dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan pledoi atau pembelaan.

Pengacara berjanji membacakan pembelaan pada persidangan selanjutnya Selasa (27/10/2020) pekan depan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved