Breaking News:

Langsung Tancap Gas, Luhut 'Goda' Investor Jerman ke Indonesia dengan UU Cipta Kerja

Melalui UU Cipta Kerja sebut Luhut, Pemerintah melakukan pembaruan aturan terkait tenaga kerja di Indonesia.

Dokumentasi TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor Jerman untuk menjadikan Indonesia sebagai hub manufakfur untuk kawasan Asia Tenggara.

Luhut pun memaparkan, adanya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja akan menyederhanakan 8.451 aturan nasional dan 15.965 aturan regional yang membebani bisnis skala kecil, menengah, maupun besar.

Suatu langkah progresif untuk memperbaiki iklim berusaha di Indonesia.

“Jika seluruh dunia bersatu, kita akan mampu mengatasi krisis ini lebih kuat dari sebelumnya," ujar Luhut saat memberikan sambutan pada acara Asia-Pacific Conference of German Business secara virtual, Senin (19/10/2020), seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Pertama Kali Berkunjung Sejak Dicekal, Apa Hasil Menhan Prabowo ke Amerika Serikat?

Baca juga: HARI INI Demo Lanjutan Tolak UU Cipta Kerja, 6.000 Polisi Siaga di Istana, Buruh & Mahasiswa Turun

Melalui UU Cipta Kerja sebut Luhut, Pemerintah melakukan pembaruan aturan terkait tenaga kerja di Indonesia.

Aturan ini menurut dia akan menyeimbangkan perlindungan tenaga kerja dengan penciptaan lapangan kerja.

Dia pun mendorong kerja sama perdagangan dengan negara-negara non ASEAN.

Misalnya, Indonesia dengan Uni Eropa (UE) melalui perjanjian kerja sama ekonomi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Dengan platform ini, kemitraan strategis Indonesia dan Uni Eropa akan semakin kongkret.

Baca juga: Padahal Tak Ada Pria, Kok Bisa Para Tahanan Wanita Mendadak Hamil? Terkuak Lewat Hasil Tes DNA

Baca juga: CEK Zodiak Hari Ini Selasa (20/10/2020): Libra Jangan Menyerah, Pisces Jangan Tergoda

Selain itu, Luhut mengajak investor Jerman untuk ber investasi di sektor kesehatan, yang dilakukan dengan memberikan otonomi yang lebih luas di sektor bahan baku aktif farmasi dan investasi rumah sakit.

“Lebih dari 600.000 wisatawan medis asal Indonesia berobat ke Singapura, Malaysia, Amerika Serikat , Thailand, dan lain-lain, mereka menghabiskan miliaran dollar per tahun di luar negeri.

Kenapa tidak kita buka lebih banyak rumah sakit Internasional di Indonesia.

Semangatnya adalah mengamankan devisa," katanya.

Acara ini turut dihadiri oleh Vice Chair of the Board of Councilor Keidanren and Chairman of the Board NEC Corporation, Chairman Asia-Pacific Committee of German Business, Director Program Asia European Council on Foreign Relations, Chairman Munich Security Conference, Menteri Keuangan Australia, Chairman Mitsubisi Electrik, CEO Schaeffler, dan lain-lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paparkan UU Cipta Kerja, Luhut Ajak Investor Jerman Investasi di Indonesia"

https://money.kompas.com/read/2020/10/20/070700426/paparkan-uu-cipta-kerja-luhut-ajak-investor-jerman-investasi-di-indonesia

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved