Breaking News:

Peluang Kepulauan Meranti Raih PAD, Menperin : Peningkatan Pengolahan Sagu Jadi Program Prioritas

Sagu dinilai sebagai bagian strategis bagi ketahanan pangan nasional. Sagu juga dinilai bisa menjadi pangan pengganti beras.

Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU/Teddy
Kilang Sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan peningkatan pengolahan sagu nasional merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

Hal tersebut dianggap penting karena sagu dinilai sebagai bagian strategis bagi ketahanan pangan nasional.

Sagu juga dinilai bisa menjadi pangan pengganti beras.

"Sejalan dengan kebijakan bapak Presiden dalam melakukan pembangunan Indonesia melalui wilayah pinggiran dimana 50,33 persen total luas tanaman sagu Indonesia berada di tanah Papua," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Pekan Sagu Nasional (PSN) yang ditayangkan secara daring, Selasa (20/10/2020).

Menperin bilang, program sagu tersebut telah masuk jadi program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sepanjang periode 2020-2024.

Baca juga: Diperpanjang hingga Akhir November, Kesempatan Dapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Ini Cara dan Syaratnya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian via Kompas.com)

Lebih lanjut kata Agus, hilirisasi produk sagu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat dan juga bagi bangsa.

Tak hanya itu, hilirisasi sagu juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja serta peningkatan potensi pajak dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Meski begitu, Menperin mengungkapkan pengembangan industri sagu masih memiliki kendala karena berada di wilayah atau daerah yang sulit dijangkau.

Oleh sebab itu, dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai agar mampu menjangkau area tersebut.

"Oleh karena itu, kami mengharapkan instansi terkait seperti Kementerian Desa PDTT, kementerian PUPR serta Kementerian ESDM dapat memberikan perhatian khusus dalam perbaikan infrastruktur agar industri sagu dapat berkembang dengan cepat di sentra-sentra penghasil sagu nasional," ujarnya.

Baca juga: BUP PT SS Terapkan Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Buton

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved