Breaking News:

Video berita

Video: Kembali Terjadi Pasang Keling di Kota Dumai, TPU Budi Kemulian pun Ikut Tergenang

Genangan air yang dikenal dengan sebutan Pasang Keling menggenang sejak Senin pagi, tinggi air berwarna cokelat kemerahan selutut orang dewasa.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Sejumlah ruas jalan, rumah bahkan tempat Pemakaman umum (TPU) jalan Di Budi Kemuliaan di Kecamatan Dumai Kota tergenang banjir rob, Senin (19/10/2020).

‎Genangan air  yang dikenal dengan sebutan Pasang Keling menggenang sejak Senin  pagi, tinggi air berwarna cokelat kemerahan menggenang sekitar 20 cm hingga selutut orang dewasa. 

Pantauan Tribunpekanbaru.com, air menggenang di sejumlah ruas Jalan Sultan Hasanuddin, genangan juga terlihat di Jalan Cempedak, jalan Juruk serta sejumlah gang di jalan tersebut. 

Baca juga: Calon Walikota Dumai Eko Raharjo Jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu, Libatkan ASN dalam Kampanye

Baca juga: Sidang di Tempat, 47 Warga Bandar Seikijang dan Ukui Terjaring Razia Tim Hunter Bingal Covid-19

Di antaranya Gang Kandis, Gang Apel dan Gang Sukun.

Bukan hanya itu saja, Pasang keling kali ini juga menggenangi jalan Budi Kemuliaan, Patimura, dan jalan-jalan lainya yang ada di kota Dumai.

Bahkan, terlihat TPU Budi Kemuliaan juga ikut tergenang, dengan Rumah- rumah di Kecamatan Dumai Kota.

Titik yang berdampak ada di Kelurahan Rimba Sekampung Banjir Rob atau Pasang Keling, bahkan dijalan pemuda Laut air pasang terlihat menggenangi hingga lutut orang dewasa. 

Warga kelurahaan Rimba Sekampung ‎kecamatan Dumai Kota, Sapri mengaku, bahwa pasang keling ini sudah sering terjadi, bahkan sudah terjadi tiga hari belakangan. 

"Hari ini kayanya pasangnya lebih besar dibanding hari sebelumnya, karena air sudah masuk ke dalam rumah,  karena sebelumnya hanya menggenangi halaman dan jalan saja," katanya, Senin

Dirinya mengaku, pasang keling ini mungkin yang terbesar dibandingkan yang sebelumnya, untuk itu ia mengaku Waspada dan  barang elektronik harus  letakan di tempat yang lebih tinggi. 

Tidak hanya Sapri, Iwan pengendara yang melintas di jalan Hasanuddin atau ombak terpaksa putar arah atau  mencari jalan alternatif  karena genangannya terlalu terlalu tinggi. 

"Hari ini pasang keling nya tinggi bang, kalau dipaksakan lewat jala ombak, bisa mati motor saya, makanya saya cari jalan lain aja, udah hampir pulang sampai ke lampu merah Cempedak," ucapnya. 

Sementara, Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulan bencana daerah (BPBD) Dumai, Afrilagan mengaku, bahwa ‎sejumlah jalan dan rumah tergenangi air sebagai dampak Pasang Air Laut Maksimum di Dumai ‎atau pasang keling

‎Dirinya menghimbau kepada  masyarakat di sekitar pesisir ataupun didaerah Rimba Sekampung waspada dan siaga terhadap dampak pasang air laut maksimum.

Menurutnya, pasang keling yang terjadi hari ini memang bisa dikatakan tinggi, dari hari sebelumnya, untuk itu masyarakat harus waspada dan selalu jaga anak-anak di rumah.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk waspada, dan jika membutuhkan pertolongan ‎bisa berkoordinasi dengan lurah dan camat, selanjutnya kita akan turun. Kita juga sudah memantau memang pasang keling hari ini cukup tinggi," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved