Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Kapolda Riau Apresiasi Serikat Kerja di Bengkalis Pahami Undang-undang Cipta Kerja

Diskusi terkait Omnibus Law ini dilaksakan langsung di perusahaan yang bergerak dibidang Kelapa Sawit dan air mineral ini

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kapoda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melakukan kunjungan kerja ke Bengkalis, Rabu (21/10) siang.

Kedatangan orang nomor satu di Kepolisian Riau ini juga dalam rangka melakukan diskusi bersama pekerja PT Meskom Agro Sarimas terkait Undang Undang Omnibus Law Ciptaker yang baru disahkan oleh DPR RI awal bulan lalu.

Diskusi terkait Omnibus Law ini dilaksakan langsung di perusahaan yang bergerak dibidang Kelapa Sawit dan air mineral ini.

Rombongan Kapolda tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan disambut para pekerja PT Meskom.

Pertemuan yang dilaksanakan ini dilakukan dengan protokol kesehatan, seluruh undangan menggunakan masker dan tempat duduk disediakan diberikan jarak sesuai protokol kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Ketua Serikat Pekerja PT Meskom Gunawan menyampaikan upaya mereka sebelum melakukan sikap terhadap aturan baru tersebut.

Pihaknya tidak henti hentinya berkoordinasi dengan DPD Serikat Pekerja Pusat.

"Saat awalnya disahkan Omnibus law banyak informasi yang kita terima dari media sosial terkait isi undang undang ini.

Yang belakangan diketahui informasi dari media sosial tersebut banyak tidak benar," ungkap Gunawan.

Sementara informasi dari pihak terkait yang benar benar mengetahui draft aslinya pada saat itu belum sampai kepada serikat pekerja.

Namun kemarin pihak Polres Bengkalis datang kepada serikat pekerja di Bengkalis menyampaikan isi terkait undang undang ini.

"Setelah mendapatkan sosialisasi ini kami dari serikat pekerja mengambil sikap tetap menunggu sosialisasi menyeluruh terkait undang undang ini.

Sehingga kami tidak terlibat dalam kegiatan penolakan yang terjadi beberapa waktu lalu," ungkap Gunawan.

Serikat pekerja Meskom yakin undang udang yang telah dibuat tidak mungkin akan memberatkan pekerja dan buruh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved