Breaking News:

Ditolak Banyak Kalangan, Sosialisasi UU Cipta Kerja di Riau Dilakukan Oleh Gubernur Riau Syamsuar

"UU Cipta kerja ada 11 kluster, diharapkan dengan adanya sosialisasi ini nanti ada masukan-masukan yang akan kami teruskan ke Mendagri," kata Gubri

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Ditolak Banyak Kalangan, Sosialisasi UU Cipta Kerja di Riau Dilakukan Oleh Gubernur Riau Syamsuar. Foto: Gubernur Riau Syamsuar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ditengah penolakan dari berbagai kalangan, Pemerintah Provinsi Riau melakukan sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020).

Sosialisasi langsung dilakukan oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.

"UU Cipta kerja ada 11 kluster, diharapkan dengan adanya sosialisasi ini nanti ada masukan-masukan yang akan kami teruskan ke Mendagri," kata Gubri Syamsuar usai memimpin rapat sosialisasi UU Cipta Kerja di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/10/2020).

"Kemarin pak Mendagri sudah minta kepada kami masukan-masukan, terutama yang berkaitan dengan rencana peraturan pemerintah," imbuhnya.

Dari sosialiasi tersebut, Gubri Syamsuar mengaku sudah menampung sejumlah masukan dari peserta rapat, di antaranya adalah masukan dari rektor yang memberikan masukan agar rencana peraturan pemerintah tersebut dapat disebarkan ke kalangan akademisi.

"Supaya mereka juga bisa memberikan masukan, untuk kesempurnaan rencana peraturan pemerintah sebagai tindaklanjut UU Cipta kerja ini,"katanya.

Sementara saat disinggung adanya penolakan yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dan buruh di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Riau, Gubri Syamsuar mengaku sejauh ini pemerintah sudah melakukan revisi terhadap undang-undang tersebut.

"Kalau dulu BAB ada sekian banyak, tapi nyatanya kan tidak segitu, jadi lain yang dihebohkan, lain pula kenyataannya.

Jadi yang banyak diributkan itu mungkin rencana peraturan pemerintah sebelum disahkan," katanya.

Gubri Syamsuar menegaskan, meski Undang-undang Cipta kerja ini berlaku seluruh Indonesia.

Namun masing-masinhg daerah ada kewenangan yang berbeda.

Masukan-masukan dari berbagai kalangan selama sosialisasi ini sangat penting untuk pengambilan kebijakan di Riau yang terkait dengan UU Cipta Kerja.

"Kita akan teruskan aspirasi dan masukan-masukan dari Riau ini ke pusat.

Meskipun UU ini berlaku seluruh Indonesia, tapi lain daerah kan lain persoalannya," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved