Advertorial
BRG Gelar Pelatihan Sekolah Lapang Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar
Sejak dibentuk tahun 2016 silam, Badan Restorasi Gambut (BRG) diberikan mandat untuk melakukan program restorasi gambut di 7 provinsi prioritas
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Rinal Maradjo
TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Sejak dibentuk tahun 2016 silam, Badan Restorasi Gambut (BRG) diberikan mandat untuk melakukan program restorasi gambut di 7 provinsi prioritas, salah satunya Provinsi Riau.
Berbagai upaya telah dilakukan BRG untuk menjaga ekosistem gambut di Bumi Lancang Kuning.
Salah satunya adalah dengan penerapan program Sekolah Lapang Petani Gambut. Lewat program ini, BRG berharap masyarakat bisa melakukan skema pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB).
Kegiatan pelatihan kali ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG dengan PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), yang ditandatangani Juli 2019 lalu.
Pelatihan yang dilaksanakan selama empat harı di Desa Sintong Pusaka, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, diikuti oleh 20 orang yang merupakan perwakilan dari 10 desa kemitraan BRG dan PT CPI.
Pembukaan secara resmi dilaksanakan pada Jumat (23/10/2020), lewat aplikasi Zoom dan mengundang pihak-pihak terkait. Hal ini dilakukan mengingat masih mewabahnya Covid-19.
Dari BRG, diwakili Kepala Bidang Kelompok Kerja dan Kemitraan, Dr. Ir. Suwigya Utama, selanjutnya dari PT CPI, diwakili GM Corporate Affairs Asset, Sukamto Tamrin, dari Cakra Consulting, Asep Y. Firdaus, dari SKK Migas, Manager Senior Kelembagaan, Safei Syafri, Kepala Desa/Kepenghuluan Sintong Pusaka, Zulfahmi.
“Kegiatan ini juga bertujuan mendukung pencegahan kebakaran di lahan gambut. Para petani perlu solusi praktis dalam pertanian. Tidak bisa hanya dengan melarang mereka membakar,” kata Kepala Kelompok Kerja dan Kemitraan BRG, Dr. Ir. Suwignya Utama, MBA.
Para petani disebutkannya, mendapat materi terkait konsep dasar ekosistem gambut, teknik fasilitasi kelompok tani, hingga praktik langsung pembuatan pupuk organik, pembenah tanah dan pestisida alami.
Tidak lupa mereka juga dibekali materi pengenalan pemasaran.
Sementara itu, Kepala Desa/Kepenghuluan Sintong Pusaka, Zulfahmi, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada BRG dan para pihak terkait.
Desa mereka akhirnya terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang ini.
"Terimakasih kami ucapkan kepada BRG dan pihak terkait lainnya. Kami berharap ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak positif,” sebutnya. ( Tribunpekanbaru.com /Rizky Armanda/fl)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/brg-mengelar-pelatihan-sekolah-lapang-petani-gambut.jpg)