Breaking News:

Komisi II DPRD Pekanbaru Akui Banyak Bantuan UMKM dari Pusat yang Tak Tepat Sasaran

Sebab, bagi pelaku UMKM yang merasa dirinya berhak menerima bantuan tersebut, ternyata tidak terealisasi.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang digelontorkan Pemerintah Pusat untuk gelombang pertama, ternyata masih dikeluhkan warga.

Sebab, bagi pelaku UMKM yang merasa dirinya berhak menerima bantuan tersebut, ternyata tidak terealisasi.

Sekedar gambaran, bantuan UMKM yang notabene-nya dari Presiden RI ini, merupakan bantuan bagi pelaku usaha yang terkena dampak covid-19.

Nominal yang diterima bagi setiap pelaku UMKM yakni Rp 2,4 juta.

Hanya saja, bantuan ini belum merata.

bantuan Rp 2,4 juta untuk pelaku UMKM
bantuan Rp 2,4 juta untuk pelaku UMKM (tribun)

Hal ini diakui Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi MM.

Katanya, untuk bantuan UMKM gelombang pertama ini, banyak warga Kota Pekanbaru yang tidak mendapatkannya.

"Ini karena bantuan hibah yang ditujukan kepada pelaku UMKM itu, pemerintah mengacu kepada sumber data yang kredibel. Sementara data yang masuk tidak dari satu instansi. Ada juga keterlibatan pihak perbankan. Makanya banyak yang tak tepat sasaran," kata Roem Diani, Jumat (23/10 /2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Politisi perempuan Partai Demokrat ini mengaku, bahwa hasil kunjungannya ke Kementrian Koperasi dan UMKM RI, diketahui, dari Provinsi Riau, ada 100 ribu lebih pelaku UMKM yang mengajukan bantuan.

Namun, data yang sudah diverifikasi dan yang dibantu UMKM terdampak Covid-19 ini, hanya 25 ribu orang.

Halaman
1234
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved