Breaking News:

Sudah Tua Renta, Tinggalnya di Rumah Penuh Sampah,Nenek Sumira Juga Harus Rawat 2 Anak Gangguan Jiwa

Berkat unggahan di media sosial pula, kisah nenek Sumirah (78) yang hidup bertumpuk kekurangan di Kota Kediri bersama dua anaknya, mendapat perhatian

surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (dua dari kanan) mengunjungi rumah Nenek Sumirah yang diunggah dan viral di media sosial, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketika kita punya rejeki yang cukup, tinggal di rumah yang layak, namun tidak bersyukur, bukalah mata kita.

Karena di luar sana masih banyak orang yang butuh makan dan tempat tinggal layak. Seperti Nenek yang satu ini.

Sudah banyak program pengentasan warga miskin direalisasikan di berbagai daerah, tetapi sekeping kemiskinan tetap akan selalu ditemui berkat kepedulian sesama.

Berkat unggahan di media sosial pula, kisah nenek Sumirah (78) yang hidup bertumpuk kekurangan di Kota Kediri bersama dua anaknya, mendapat perhatian dari pemda setempat.

Kamis (22/10/2020), wanita renta itu mendapat kunjungan mengejutkan dari Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama beberapa kepala dinas terkait. Wali Kota Kediri memang mengetahui kondisi warganya itu setelah memantau akun @infokediriraya, yang viral.

Dalam akun medsos itu, terbeber kondisi Nenek Sumirah yang sakit-sakitan dan tinggal di rumah penuh sampah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto.

“Saya mendapatkan info dari medsos, lalu semalam saya berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Permukiman untuk menindaklanjuti. Alhamdulillah, sudah ditindaklanjuti dan kita akan bangun rumah Nenek Sumirah," ungkap Abu Bakar, Kamis (22/10/2020).

Saat bertemu Nenek Sumirah, Abu Bakar menyampaikan terima kasih atas peran warga Kota Kediri, termasuk warganet untuk melaporkan kejadian itu. Ia menilai informasi itu mendorong pemerintah agar merespon dengan cepat.

Dan dari bibir renta Nenek Sumirah juga, semua cerita lantas mengalir ke telinga Mas Abu, sapaan wali kota. Selama ini ternyata Nenek Sumirah tinggal bersama Sugeng Triyono (38) salah satu dari tiga orang anaknya.

Kedua anaknya yang lain adalah Sri Wilujeng (42), Sri Harnanik (41) tetapi tidak tinggal di rumah sederhana itu. Harnanik meninggalkan rumah sejak lama dan sampai sekarang tidak kembali, sedangkan Wilujeng memilih tinggal di tempat lain karena berselisih dengan Sugeng.

Yang memilukan, ternyata Sugeng dan Wilujeng adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sedangkan rumah yang ditempati sekarang bersertifikat atas nama suami Sumirah yang sudah meninggal.

Mendiang suaminya adalah ASN yang meninggalkan uang pensiun untuk Sumirah.

Hanya, uang tersebut kerap dihabiskan oleh Sugeng sehingga Sumirah tak bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dan ia tidak bekerja, sehingga untuk makan minum bergantung para tetangga yang baik hati.

“Sugeng dan Wilujeng ini ODGJ. Kalau ditanya kadang nyambung kadang tidak. Sugeng kadang kasar, tetapi kadang juga baik,” kata Yayuk Supriyati, pendamping ODGJ wilayah Mojoroto yang aktif mendatangi keluarga ini.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved