Breaking News:

Jaringan Sabu 50 Kg di Inhil Masih Misteri, Polres Inhil Masih Lakukan Pendalaman

Sat Narkoba Polres Inhil masih akan melakukan pengembangan dan pendalaman untuk mengungkap jaringan kasus sabu berskala besar ini.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Sesri
tribunpekanbaru/T.M Fadli
Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, S.IK, SH, M.Hum, Wakapolres Inhil Kompol Kari Amsah Ritonga dan Kasat Narkoba AKP Bachtiar beserta anggota Sat Res Narkoba bersama pelaku dan barang bukti yang di duga sabu seberat total 50 kg di TKP Desa Sencalang, Kecamatan Keritang, Inhil, Riau Kamis (22/10) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN –  Polres Inhil masih menyelidiki dari mana asal muasal, tujuan serta jaringan yang terlibat dalam upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dengan total berat 50 kg.

Sat Narkoba Polres Inhil masih akan melakukan pengembangan dan pendalaman untuk mengungkap jaringan kasus sabu berskala besar ini.

Hal ini diungkapkan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, S,IK, SH, M.Hum dalam press release tindak pidana narkoba jenis sabu di Auala Rekonfu Mapolres Inhil, Jumat (23/10) sore.

“Berasal dari mana dan mau kemana akan kita informasikan selanjutnya. Kita juga belum bisa menyebut pelaku ini kurir atau sebagai apa peran sebenarnya, yang pasti kita masih melakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut,” jelas Kapolres yang murah senyum ini.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, pengungkapan sabu ini berawal dari informasi masyarakat akan adanya narkoba jenis sabu yang akan masuk di wilayah Kabupaten Inhil.

Selanjutnya dengan rangkaian penyelidikan oleh tim opsnal Sat narkoba akhirnya didapat informasi memang barang (sabu) tersebut sudah masuk di wilayah Inhil tepatnya di Kecamatan Keritang.

Sat Narkoba Polres Inhil menggagalkan penyelundupan narkotika yang di duga jenis sabu-sabu dengan jumlah yang fantastis, 50 Kg.
Sat Narkoba Polres Inhil menggagalkan penyelundupan narkotika yang di duga jenis sabu-sabu dengan jumlah yang fantastis, 50 Kg. (Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli)

“Dimana barang tersebut disimpan di area kebun kelapa sawit sebuah perusahaan di daerah Desa Sencalang, sehingga hari minggu kemarin anggota kita sudah masuk ke lokasi di pimpin kasat narkoba dan menemukan barang bukti tersebut,” imbuh Kapolres.

Menurut Kapolres, tidak mudah bagi anggotanya untuk menelusuri informasi terkait sabu ini, karena anggota harus tidur lapangan itu sejak hari minggu agar barang haram yang menjadi sasaran tidak hilang.

Hingga akhirnya saat yang dinanti pun tiba, seorang pria datang untuk mengambil barang ini dan langsung diamankan oleh anggota Sat Res Narkoba Inhil.

Pria berinisial Y (43) tersebut diamankan saat hendak mengambil sabu di blok 2203 area perkebunan sebuah perusahaan di Desa Sencalang, Kecamatan Keritang, Inhil, Riau, Kamis (24/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

“Sabu tersebut disimpan di dalam karung goni yang ditumpuk – tumpuk dan ditutup dengan terpal hitam di bawah pohon sawit. Perusahaan tidak ada keterlibatan dalam kasus ini,” tutur Kapolres.

Sementara itu pelaku berinisial Y turut di hadirkan dalam press release tindak pidana narkoba yang dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, S.IK, SH, M.Hum serta didampingi Wakapolres Inhil Kompol Kari Amsah Ritonga dan Kasat Narkoba AKP Bachtiar serta para Kasat dan perwira di lingkungan Polres Inhil.

Menggunakan baju tahanan berwarna oranye, pelaku yang merupakan warga Pasar kuala sei akar, Desa sencalang ini hanya tertunduk lesu dan pasrah dengan posisi membelakangi para awak media yang hadir.

Barang bukti yang diperoleh dari pelaku juga turut dihadirkan dalam kesempatan tersebut, antara lain, yaitu, 50 kg sabu, 3 karung goni dan 1 plastik warna ungu yang digunakan untuk menyimpan sabu, 2 buah handphone, sebilah badik, uang tunai Rp. 10.211.000 serta sepeda motor yamaha vixion yang digunakan pelaku.

50 kg sabu terdiri dari paket - paket besar yang mana setiap paketnya seberatnya 1 kg dikemas dalam bungkusan teh cina warna hijau bermerek Guan Yin Wang yang dibalut dengan lakban putih.

Menurut Kapolres, 50 kg sabu yang diamankan dari pelaku ini di taksir bernilai Rp. 75 milyar.

“Pasal yang dipersangkakan pasal 114 ayat 2 junto 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 5 sampai 10 tahun, seumur hidup atau pidana mati,” pungkas Kapolres.

(Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved