Breaking News:

Diduga Curang di Pemilu dan Ngotot Ingin Berkuasa di Dua Periode Pula, Pemimpin ini Disuruh Mundur

Para pengkritiknya menegaskan, Prayuth merekayasa pemilu tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang dia rebut pada 2014 lalu.

NBC News
Raja Thailand dan keluarga 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gelombang protes kini mengalir deras di Thailand. Mulai dari protes gaya glamour sang raja Vajiralongkorn hingga protes anti pemerintahan Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha. 

Unjuk rasa atau demonstrasi yang telah terjadi berbulan-bulan lamanya itu juga disorot oleh sejumlah media internasional.

PM Thailand Prayuth Chan-ochamenyatakan tak akan mengundurkan diri dalam pertemuan khusus di parlemen pada Selasa (27/10/2020) untuk membahas protes berbulan-bulan.

Ia dituding melakukan kecurangan dalam Pemilu untuk memuluskan hasratnya di periode kedua menjadi PM.

"Saya tidak akan lari dari masalah," kata Prayuth yang dikutip Tribunnews dari Al Jazeera.

"Saya tidak akan meninggalkan tugas saya dengan mengundurkan diri pada saat negara memiliki masalah," tegasnya.

Demo tersebut menjadi tantangan terbesar pemerintahan monarki Thailand.

 

Jenderal Prayuth Chantra-Ocha, pemimpin junta militer Thailand.
 Prayuth Chan-Ocha  (Government of Thailand)

Prayuth mengatakan, aksi unjuk rasa, yang dia sebut sebagai protes ilegal, perlu dikendalikan.

"Meski rakyat memiliki kebebasan untuk memprotes berdasarkan Konstitusi, pihak berwenang perlu mengendalikan protes ilegal," kata PM Thailand.

"Kami tidak ingin melihat bentrokan atau kerusuhan di negara ini," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved