Breaking News:

Jadi Ikon Pusat Sagu Dunia, Tidak Lagi Terpisah Sungai, Jembatan Usman Samad Diresmikan

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Dr Irwan M.Si dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di lokasi jembatan

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Jembatan Usman Samad, di desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti resmi dioperasikan Selasa (27/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Jembatan Usman Samad, di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti resmi dioperasikan Selasa (27/10/2020).

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Dr Irwan M.Si dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di lokasi jembatan.

Jembatan tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat sebagai penghubung antar desa satu dengan yang lain.

Jembatan ini telah menjadi penghubung Desa Sungai Tohor dengan Desa Sunga Tohir Barat yang terpisah oleh sungai.

Baca juga: RINCIAN TARIF TOL Pekanbaru - Dumai, Paling Murah Rp 8.500, Berlaku 2 November 2020

Baca juga: Pria 37 Tahun Gerayangi Gadis Cilik, Emosi Sang Ibu Tak Terbendung, Polisi Langsung Beraksi

Baca juga: Niat Selamatkan Tempat Sandar Kapal, Nelayan di Bengkalis Sukses Kembangkan Ekowisata Mangrove

Jembatan ini juga menjadi salah satu pembangunan Bina Marga kedua yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

Dan menjadi ikon di Kecamatan Tebingtinggi Timur yang berjuluk Pusat Sagu Dunia tersebut.

Mengingat setelah sebelumnya Pemkab Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan dan Pemukiman (DPU PRPKP) juga telah membangun Jembatan di Sungai Kengkam di Desa Mekarsari.

Berdasarkan data dan informasi dari DPU PRPKP, proyek Pembangunan Jembatan Sungai Tohor Kiri Kanan Kecamatan Tebing Tinggi Timur itu dibangun menggunakan APBD senilai Rp 27.673.000.000 miliar.

Bentang utama dibangun pada tahun 2016 dan opritnya dibangun dua tahun berikutnya tahun 2019.

Jembatan tersebut mempunyai bentang utama sepanjang 60 meter sedangkan oprit atau penghubung jembatan disisi kanan dan kirinya sepanjang 210 meter dan totalnya 270 meter.

Pembangunannya yang memakan waktu hampir 1 tahun lamanya dengan dua tahun anggaran. Dalam proses pengerjaannya melalui proses yang sangat sulit terlebih lagi untuk memasok material jembatan dan lainnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tebingtinggi Timur, Basrah menjelaskan nama Usman Samad untuk jembatan tersebut disepakati melalui musyawarah.

Antara dinas terkait, perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Nama tersebut merupakan gabungan dua nama tokoh yang telah berjasa terhadap daerah tersebut. Usman diambil dari nama kepala desa pertama di Desa Sungai Tohor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved