Breaking News:

Kejari Kampar Ekspose Sejumlah Kasus Penyelewengan Anggaran Tahun 2019 - 2020

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar melakukan ekspos sejumlah kasus penyelewengan keuangan negara yang ditangani selama kurun waktu 2019 hingga 2020.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar melakukan ekspos sejumlah kasus penyelewengan keuangan negara yang ditangani selama kurun waktu 2019 hingga 2020 pada Selasa (27/10/2020). 

"Perkara tersebut saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Ada satu orang tersangka ditetapkan berinisial MY," ungkapnya.

Selain itu juga saat ini Kejari Kampar juga tengah melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggaran dana desa di Desa Mentulik.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kampar, Silfanus Rotua memaparkan, pada tahun 2020 ini terdapat sejumlah kasus yang ditindaklajuti tim intelijen Kajari Kampar.

Beberapa kegiatan intelijen yang dilakukan salah satunya terkait pengungkapan kasus terhadap laporan warga Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu.

Pada laporan ini Kejari Kampar melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut melalui pemeriksaan dokumen dan turun langsung ke lokasi.

"Dalam giat ini kita sudah meminta keterangan kepada 19 orang di Desa Tanah Merah dan memeriksa 80 dokumen yang berkait dengan dugaan penyelewengan anggaran desa," ungkapnya.

Ia mengatakan dari upaya dilakukan ditemukan perbuatan melawan hukum yang masuk dalam kategori Mal Administrasi.

"Terkait anggaran yang diduga di mark up ini merupakan anggaran sisa dari kegiatan yang dilakukan di desa. Ini pada saat penyelidikan sudah dikembalikan ke kas desa sebagi silpa," ungkapnya.

Hal yang hampir serupa juga terjadi pada penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana di Desa Parit Baru.

Anggaran yang di duga diselewengkan juga sudah dikembalikan ke kas desa melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebelum penyelidikan berlanjut.

Kasi Intel bersama Kejari Kampar mengingatkan kepada para aparat desa untuk memahami dengan baik aturan yang ada.

Silfanus mengatakan dari temuan yang ditemukan di lapangan banyak aparat desa tidak paham dalam perumusan laporan pertanggung jawaban dan penggunaan anggaran.

Ia mengatakan dalam rangka menekan terjadinya hal seperti sisa bayar yang tidak dikembalikan kedalam Silpa, Kejari Kampar akan melakukan pendekatan dengan turun ke lapangan hadir bertemu pihak desa berbicara terkait dana desa. Kita berharap ini bisa menekan penyelewengan seperti ini.

Upaya ini sudah menjadi renaca, tetapi saat ini terkendala adanya Pandemi Covid 19. (Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved