Breaking News:

Liga 2 2020

BOLA LOKAL: Akhirnya Klub Tiga Naga Meliburkan Pemain Sampai Ada Kejelasan dari PSSI

Berdasarkan hasil rapat yang digelar Rabu malam kemarin, manajemen akhirnya meliburkan pemain, karena alasan tak kunjung ada kepastian kelanjutan Liga

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Manajemen dan jajaran pelatih AA Tiga Naga, akhirnya mengambil keputusan final, soal tim.

Berdasarkan hasil rapat yang digelar Rabu malam kemarin, manajemen akhirnya meliburkan pemain, karena alasan tak kunjung ada kepastian kelanjutan Liga 2.

Manajer AA Tiga Naga Hidayat menegaskan, keputusan ini terpaksa diambil, karena situasi tidak bersahabat lagi. Bahkan hingga akhir Oktober ini, tidak ada kejelasan nasib Liga dari Federasi dan operator Liga.

"Kita resmi meliburkan pemain mulai 1 November, hingga batas waktu yang belum ditentukan, " tegas Hidayat kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (29/10/2020).

Dijelaskan, manajemen akan memanggil pemain lagi masuk mess untuk berkumpul dan menggelar latihan, apabila ada keputusan resmi dari PSSI. Dengan kondisi ini, manajemen terpaksa memulangkan pemain ke kampung halamannya masing-masing.

Namun khusus bagi pemain akademi Tiga Naga yang mau bergabung dengan anak-anak akademi, diperbolehkan masih berada di mess.

Baca juga: VIDEO: Warung Berbagi di Pekanbaru Makan Sepuasnya: Bayar Alhamdulillah, Tidak Bayar Tidak Apa-apa

Baca juga: Menlu AS Jamin Trump Dukung Indonesia Lawan Klaim China di Laut China Selatan

Baca juga: Pengumuman Hasil CPNS Besok, Berikut Link 64 Kementerian/Lembaga 

"Kalau kita lihat kondisi sekarang, tidak memungkinkan. Uang operasional bertambah, sementara pemasukan tidak ada. Ditambah lagi belum tahu kapan Liga digelar, " sebutnya.

Menurut Hidayat, secara pribadi, dirinya melihat untuk dilaksanakannya kompetisi di Bulan November ini, tidak mungkin. Meski nanti Kepolisian memberikan izin, peluang itu di Bulan Januari 2021.

Ya, kebijakan memulangkan kembali para pemain ini, sebelumnya sudah dilakukan oleh beberapa klub peserta Liga 2 lain. Seperti PSIM Jogja, Persijap Jepara, Sriwijaya FC, Badak Lampung FC dan lainnya.

Masalah finansial jelas menjadi alasan utamanya. Tak diperbolehkannya menggelar pertandingan yang bisa dihadiri penonton, tentu membuat klub tak bisa bergerak terlalu luas. Semakin lama tim terbentuk tanpa pemasukan, tentu semakin besar juga klub merugi. Apalagi klub AA Tiga Naga, kini dihuni 30 pemain.

( Tribunpekanbaru.com / SyafruddinMirohi ) 

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved