Breaking News:

Satu Calon dan Dua ASN Ditetapkan Jadi Tersangka Pidana Pilkada di Riau, 30 Hari Kampanye

Terdapat satu calon walikota dan dua pejabat ASN dijerat kasus pidana Pilkada yang saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selama 30 hari pelaksanaan kampanye sejak 26 September 2020 lalu hingga 26 Oktober 2020, Bawaslu se-Riau mencatat Paslon bupati / walikota telah melakukan kampanye sebanyak 2.801 kali.

Terdapat satu calon walikota dan dua pejabat ASN dijerat kasus pidana Pilkada yang saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Selama 30 hari kampanye ada sebanyak 2.801 pertemuan, dan saat ini terdapat satu Calon Walikota dan Dua Pejabat ASN yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan pidana Pemilu,"ujar Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: MISTERI Hilangnya Tiga Anak di Langkat Belum Terpecahkan, Sudah 10 Hari Lebih Dilakukan Pencarian

Baca juga: MODUS Lama, Pelajar Dituduh Pukul Adik Pelaku, Minta Paksa Hp dengan Ancaman Dihajar Pakai Besi

Baca juga: SETAJAM SILET, Taji Jago Bikin Polisi Terbunuh Polisi Terbunuh Saat Gerebek Sabung Ayam di Filipina

Terkait kasus calon Walikota di Dumai, Rusidi Rusdan menjelaskan, kasus tersebut sudah di lakukan rapat ke-3 di Sentra Gakkumdu (SG-3) di Bawaslu Kota Dumai.

Pemasalahan tersebut telah diteruskan ke pihak kejaksaan.

"Untuk kasus dugaan pelanggaran di Dumai, dimana salah satu paslon melibatkan 2 orang ASN, saat ini berkasnya sudah di serahkan ke kejaksaan,"ujar Rusidi.

Bawaslu se-Riau sendiri telah mengeluarkan 5 kali Surat Peringatan Tertulis terhadap paslon yang tidak patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Di antaranya kepada paslon Nomor urut 03 H. Asri Auzar - Fuad Ahmad karena jumlah peserta kampanye hadir melebihi 50 orang.

Kemudian di Kabupaten Siak, surat peringatan dikeluarkan oleh Panwascam Tualang kepada Paslon Nomor Urut 03 H. Said Arif fadilla - Sujarwo.

Karena melanggar protokol kesehatan yakni tidak menggunakan masker serta tidak menjaga jarak.

Selain itu, di Kabupaten Kuantan Singingi surat peringatan juga diberikan kepada Paslon No urut 01 Andi Putra - Suhardiman Amby.

Karena jumlah peserta yang menghadiri melebihi aturan yakni hampir 200 orang serta tidak menerapkan protokol Covid-19.

Terakhir di Kabupaten Indragiri Hulu melalui Panwascam Pasir Penyu dan Batang Cenaku surat peringatan diberikan kepada masing-masing Paslon.

Yakni Nomor urut 05 Rizal Zamzami - Yoghi Susilo karena melanggar Pasal 88 huruf d PKPU 13/2020 karena melakukan kampanye di luar ruangan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved