Breaking News:

Alhamdulillah, Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Naik 22,79 Per Kilogram, Petani Bisa Tersenyum

Kenaikan harga TBS Sawit Riau tertinggi periode 4 - 10 November 2020 dialami kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp 22,79 per kilogramnya

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi 

Umur 24 th (Rp 1.920.73)

Umur 25 th (Rp 1.873.82)

Indeks K : 88.89%

Harga CPO Rp. 9.594.56

Harga Kernel Rp. 5.068.75 NAIK Rp 22.79 per Kg untuk umur 10-20 th

Nilai Ekspor dan Impor Riau Naik Periode September 2020

Saat pandemi Covid 19 ini, nilai ekspor dan impor Riau periode September 2020 mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya.

Kepala BPS Riau, Misfaruddin melalui Berita Resmi Statistik (BRS) mengatakan, nilai ekspor Riau September 2020 sebesar US$ 1,20 miliar, mengalami kenaikan 6,06 persen dibanding Agustus 2020.

"Kemudian untuk ekspor non migas September 2020 sebesar US$ 1,13 miliar dan mengalami kenaikan sebesar 5,82 persen dibanding ekspor non migas Agustus 2020. Jadi secara keseluruhan kontribusi Ekspor Provinsi Riau terhadap nasional sebesar 8,60 persen," ujar Kepala BPS Riau, Misfaruddin melalui Berita Resmi Statistik (BRS) kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Sedangkan secara kumulatif nilai ekspor Riau Januari-September 2020 sebesar US$ 9,56 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

"Demikian juga ekspor nonmigas sebesar US$ 9,23 miliar, mengalami kenaikan sebesar 10,88 persen," ucap Misfaruddin.

Sementara itu untuk nilai impor Riau September 2020 sebesar US$ 89,76 juta, mengalami kenaikan sebesar 6,20 persen dibanding impor Agustus 2020.

"Demikian juga impor nonmigas September 2020 sebesar US$ 84,24 juta, mengalami kenaikan sebesar 4,22 persen dibanding impor nonmigas Agustus 2020.”

“ Kontribusi seluruh impor Riau terhadap nasional sebesar 0,78 persen," ungkapnya.

Namun secara kumulatif nilai impor Riau Januari-September 2020 sebesar US$ 1,01 miliar.

Atau menurun sebesar 13,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga impor nonmigas mencapai US$ 927,10 juta atau menurun sebesar 9,14 persen.

Dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar bulan September 2020 dibanding Agustus 2020 katanya lagi.

Lima golongan mengalami kenaikan, yang terbesar yaitu lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 61,53 juta, bubur kayu (pulp) US$ 14,46 juta, dan berbagai produk kimia US$ 3,42 juta.

Sedangkan yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada bahan kimia organik sebesar US$ 9,94 juta.

Kertas dan karton US$ 6,30 juta, serta ampas dan sisa industri makanan nabati US$ 4,35 juta.

"Selama Januari-September 2020, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas (HS 2 dijit) memberikan kontribusi sebesar 98,84 persen terhadap total ekspor nonmigas.”

“ Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami kenaikan sebesar 10,90 persen terhadap periode yang sama tahun 2019," ujar Misfaruddin.

Selanjutnya, untuk neraca Perdagangan Riau bulan September 2020 surplus sebesar US$ 1,11 miliar, dengan demikian kumulatif selama Januari-September 2020 surplus sebesar US$ 8,55 miliar.

( Tribunpekanbaru.com / Rino Syahril )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved