Breaking News:

Dugaan Politik Uang Tak Penuhi Unsur Pidana, Sentra Gakkumdu Bengkalis Hentikan Proses Penyidikan

Penghentian proses penanganan terhadap laporan dugaan tindak pidana pemilihan ini, karena setelah dilakukan penyelidikan tidak memenuhi unsur pidana

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Rapat Sentra Gakkumdu Bengkalis di Bawaslu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sentra Gakkumdu Bengkalis akhirnya menyepakati untuk tidak melanjutkan pada proses penyidikan.

Terhadap laporan dugaan pidana politik uang diduga dilakukan satu tim sukses Pasangan Calon (Paslon) peserta Pilkada Bengkalis.

Penghentian proses penanganan terhadap laporan dugaan tindak pidana pemilihan ini, karena setelah dilakukan penyelidikan tidak memenuhi unsur pidana pasal yang disangkakan.

Demikian diungkapkan Komisioner Bawaslu Bengkalis Divisi Penindakan dan Pelanggaran M Hary Rubianto kepada awak media, Selasa (3/11/2020) siang.

Baca juga: Edwar Sanger dan Sudarman Pensiun Tahun Depan, Tiga Jabatan Eselon II Pemprov Riau Akan Dilelang

Baca juga: Hotel Grand Jadi Tempat Isolasi OTG, Satgas Covid-19 Pelalawan Minta Pasien Corona Registrasi

Baca juga: Kabar Baik dari Dumai, Dua Hari Tanpa Penambahan Kasus Covid-19, 24 Pasien Positif Sembuh

"Setelah kita bersama unsur Kepolisian dan Kejaksaan melakukan penyelidikan, unsur pasal yang disangkakan tidak terpenuhi,” terangnya.

Pasal 73 junto pasal 187 A Undang undang nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

“Karena tidak terpenuhi akhirnya kita mengambil keputusan untuk tidak menindaklanjuti laporan tersebut ke tahap penyidikan,” terang Hary.

Menurut Hary pihaknya sudah melakukan pemeriksaan keteranga dan klarifikasi sejak beberapa hari lalu.

Mulai dari keterangan pihak pelapor, terlapor serta saksi saksi dihadirkan. Selain itu juga sudah mengambil keterangan ahli pidana untuk memastikan unsur pidana yang disangkakan.

"Sesuai dengan keterangan yang disampaikan ahli pidana terkait laporan dugaan tindak pidana perkara tidak bisa dilanjutkan kepada proses penyidikan.”

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved