Breaking News:

CARA Mengurus Paspor yang Hilang, Jangan Bingung, Berikut Ini Cara dan Persyaratannya Urus Baru

Bagaimana cara mengurus paspor hilang?Awalnya, siapkan persyaratan dan dokumen yang diperlukan

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)
Ilustrasi paspor. 

Untuk hal ini, Anda akan perlu membuat antrean online lagi, biasanya setelah 3 hari kemudian.

5. Proses BAP di Kantor Imigrasi

Pada hari yang telah ditentukan, datanglah kembali ke Kantor Imigrasi tempat Anda mengurus paspor yang hilang.

Di sana, Anda akan melakukan proses wawancara dengan pejabat Wasdakim untuk mengetahui alasan paspor Anda bisa hilang atau rusak.

Jika alasan Anda diterima, Anda akan mendapatkan hasil BAP untuk dibawa ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM.

Jika alasan Anda ditolak atau tidak diterima, berarti permohonan ditunda selama 6 bulan atau paling lama 2 tahun.

6. Buat penggantian paspor baru

Prosedurnya sama dengan pembuatan paspor baru yakni membuat antrian online dahulu dan datang sesuai jadwal.

Jangan lupa bawa surat persetujuan dari Kanwil dan berkas kelengkapan lainnya.

Nantinya, di Kantor Imigrasi setempat, Anda akan diberikan slip untuk pembayaran denda dan pembuatan paspor baru.

Petugas sedang berusaha memotret seorang anak yang akan membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Senin (21/1/2019). (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)
Petugas sedang berusaha memotret seorang anak yang akan membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir) 

Ditjen Imigrasi Sebut Paspor 10 Tahun Belum Berlaku

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM menyebutkan, aturan pemberlakuan paspor paling lama 10 tahun belum berlaku.

Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang mengatakan, aturan itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2020.

Tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah nomor 31 tahun 2013 tentang peraturan pelaksanaan UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Dalam PP itu disebutkan, masa berlaku paspor paling lama sepuluh tahun, bukan berarti masa berlakunya menjadi sepuluh tahun.

Ia mengatakan, pemberlakuan ini masih menunggu aturan pelaksanaannya. “Iya betul. Menunggu peraturan pelaksanaannya,” kata Arvin dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (27/9/2020).

Arvin mengatakan, dalam perkembangan global, tren masa berlaku paspor paling lama sepuluh tahun sudah dipraktikkan di beberapa negara.

Bahkan hal ini telah dilakukan di sejumlah Negara di Asia Tenggara (ASEAN).

“Di negara ASEAN saja sudah beberapa negara yang menerapkan, misalnya Singapura, Thailand dan Filipina,” ujar dia.

Arvin mengatakan, saat ini tengah proses pembuatan peraturan pelaksanaannya.

Menurut dia, perubahan itu nantinya juga akan memuat penyesuaian tarif PNBP yang dikenakan.

“Ini mungkin akan masuk ke dalam yang diatur kemudian. Tapi kalau secara logika berpikir, memang dimungkinkan adanya perbedaan PNBP untuk masa paspor yang berbeda pula,” ujar dia.

( Sumber: Kontan.co.id )

Editor: Nurul Qomariah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved