Breaking News:

News Update

VIDEO: Urus Surat Sehat Jasmani Rohani, Pelamar CPNS Berkerumun di RSJ Tampan

"Peserta juga kita bagi beberapa kelompok, karena disini kan ada tiga tahapan pemeriksaan. Pertama itu ada pemeriksaan jiwa atau rohani, kemudian peme

Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com - Ratusan pelamar yang dinyatakan lulus seleksi CPNS ramai-ramai mendatangi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Jalan Subrantas Pekanbaru, Rabu, 4 November 2020.

Sejak pagi mereka sudah mengantri untuk mengurus surat keterangan kesehatan jasmani, rohani dan bebas narkoba.

Surat ini dibutuhkan sebagai salah sayu syarat untuk pemberkasan bagi pelamar CPNS yang sudah lulus seleksi.

Selain surat keterangan jasmani dan rohani serta surat keterangan bebas narkoba masih ada sejumlah berkas lagi yang harus diurus oleh para pelamar CPNS ini.

Ramainya pelamar CPNS yang mengurus surat keterangan jasmani, rohani dan bebas narkoba ini membuat antrian panjang dan berjubel di depan pintu masuk menuju ke lobi RSJ.

Bahkan di sejumlah lorong dan sudut ruangan RSJ ini juga dipadati pengunjung yang akan mengurus surat keterangan ini.

"Saya sejak hari senin ngurus sampai hari ini belum selesai juga," kata Andrizal salah seorang pelamar CPNS yang akan mengurus surat keterangan jasmani, rohani dan bebas narkoba di RSJ Tampan, Rabu (4/11/2020).

Sementara Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Hasneli Juwita mengungkapkan, pihaknya akan segera mengatur para pelamar CPNS yang mengurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani di RSJ Tampan. Pembenahan ini dilakukan supaya tidak terjadi kerumunan dan antrian yang panjang.

"Beberapa langkah sudah kita siapkan, diantaranya menyiapkan tenda dan kursi yang kita beri jarak," katanya, Rabu (4/11/2020).

Selain itu pihaknya juga secara berkala menyampaikan kepada pengunjung RSJ untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Peserta juga kita bagi beberapa kelompok, karena disini kan ada tiga tahapan pemeriksaan. Pertama itu ada pemeriksaan jiwa atau rohani, kemudian pemeriksaan fisik dan nafza," ujarnya.

Selain membagi kelompok berdasarkan tahapan pemeriksaan, pihaknya juga membagi kelompok berdasarkan alur pemeriksaan, sehingga diharapkan dengan upaya tersebut tidak lagi terjadi penumpukan disatu tempat.

"Memang saat ini terjadi penumpukan karena semua pengen cepat, tapi mereka selalu kita ingatkan, agar betul-betul mereka ini tidak melanggar protokol kesehatan," katanya.

Sebab jika ptokol kesehatan diabaikan, dan kerumunan terus terjadi serta tidak lagi ada jaga jarak, pihaknya khawatir bisa muncul kluster baru penularan Covid-19 dari kerumunan orang yang mengurus surat keterangan kesehatan ini.

"Kita ingatkan jangan sampai protokol kesehatan itu dilanggar, itu secara berkala kita sampaikan dan akan kita lakukan lebih sering lagi, jadi kami berharap peserta bisa mengikuti apa yang sudah kita atur. Jadi harap bersabar dan tertib, supaya kita semua nyaman," katanya. (tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved