Breaking News:

Makam Keramat di Taratak Buluh Kampar, Ternyata Kuburan Keturunan Raja Samudera Pasai

beliau masih keturunan dari Samudera Pasai dan dikatakan bahwa umur makam tersebut sudah 350 tahun lamanya namun baru di publikasikan baru-baru ini

Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Istimewa
Makam Keramat di Taratak Buluh Kampar, Ternyata Kuburan Keturunan Raja Samudera Pasai 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pembelajaran sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang mempelajari mengenai peristiwa masa lampau, peninggalan-peninggalan dari zaman dahulu menjadi objek yang berpengaruh dimasa depan.

Pembelajaran sejarah merupakan salah satu pelajaran yang sangat menarik, hanya saja dimasa sekarang siswa kurang minat dalam pelajaran tersebut karena cenderung monoton.

Seperti halnya asal muasal nama Taratak Buluh yang ada di Kampar tempat makam itu berada.

Sebelum nama Taratak Buluh awalnya adalah Taratak Buluh orang biasanya menyebutnya yang artinya tempat persinggahan.

Taratak Buluh juga menjadi tempat persinggahan Belanda pada masa peperangan terbukti dengan adanya makam Belanda dan juga puing-puing peralatan mandi yang masih ada hingga kini.

Nah, keberadaan makam ini pun belum lama orang tau, karena tempatnya juga masuk ke dalam perkebunan milik warga.

Sejarah makam ini masih terbilang simpang siur, namun yang pasti beliau masih keturunan dari Samudera Pasai dan dikatakan bahwa umur makam tersebut sudah 350 tahun lamanya namun baru di publikasikan baru-baru ini.

Adapun sejarah dari makam ini dan kenapa meninggalnya tidak ada yang tahu, sekalipun penduduk asli Taratak Buluh, karena memang banyak yang belum tau.

Kenapa makam ini terbilang keramat?

Bisa dikatakan dulu angker, orang-orang yang hanya lewat saja bias muntah darah bahkan bisa langsung jatuh sakit hingga meninggal dunia, karena itu banyak yang menyebutnya keramat, dan keadaan makam ini sudah membaik kita salah seorang bapak-bapak yang membangun rumah dekat makam tersebut dan mulailah makam itu terasa aman.

Adapun nama dari tokoh tersebut adalah Syekh Datuk Sati Rajo Tigo Selo nama tersebut adalah gelar yang di dapat dari syekh tersebut.

Nama asli dari tokoh tersebut adalah Syekh Maruhun.

Penamaan Syekh Datuk Sati Rajo Tigo Selo adalah gelar yang diberikan beliau, penemuan harta emas menjadi bukti nyata bahwa itu adalah peninggalan harta benda kepemilikan Syekh Maruhun.

Kami mewawancarai salah satu tokoh yang sedikit tau tentang makam tersebut beliau bernama bapak Edi “sejarah makamnya banyak yang kurang tau, karena yang tau tentang makam tersebut orangnya sudah tidak ada” ujarnya.

Di bagian kepala makam masih terdapat kain pertama kali beliau meninggal dan tidak ada yang pernah menggantinya apalagi memegangnya Keunikan lain dari makam ini di samping makamnya tertulis tulisan arab latin “dari kota magribi” yang sampai saat ini belum ada yang tau maksudnya apa.

Sangat disayangkan karena makam ini merupakan saksi sejarah yang ada di Tratak buluh.

Kondisi makam tersebut kurang terawat karena ketidak tahuan masyarakat tentang makam tersebut dan siapa beliau, sehingga masyarakat kurang peduli terhadap makam tersebut, namun banyak orang dari luar daerah juga yang berkunjung untuk berziarah ke makam tersebut padahal masih banyak yang belum tau keberadaan makam tersebut.

Apalagi di tambah lagi covid-19 ini orang-orang sudah jarang yang datang ke tempat ini lagi.

Makam Keramat ini, banyak warga yang menyalah gunakan makam ini sebagai pesugihan dan minta nomor, “banyak orang yang kerumah saya Cuma Tanya dimana letak emas peninggalan Syekh tersebut, baru kalian lah dari mahasiswa yang bertanya tentang sejarah dan kondisi makam tersebut, sangat bersyukur” tambah bapak Edi.

Edi menjelaskan kepada kami, tak banyak juga warga yang hanya mengejar harta peninggalan dari Syekh Maruhun tidak ingin tahu tentang sejarahnya, jadi bisa dikatakan hanya beberapa saja yang perduli, sehingga kondisi makam ini sangat kotor dan sangat tidak terawatt.

Namun tidak ada yang berani merombak makam tersebut karena takut atau karena kurang peduli, di samping makam itu juga terletak dua keturunan syekh Maruhun, namun sudah tidak jelas yang mana karena saking tidak terawatnya.

Lebih mengejutkan lagi makam di sekitar itu ada beberapa yang veteran yang dimakamkan di situ.

Sangat disayangkan memang jika makam sejarah seperti itu malah tidak di hiraukan karena kurangnya perhatian dari masyarakat hingga sekarang makam tersebut hanya sebatas nama  makam kermata yang tidak ada nilainya. (Citizen Journalism / Tribunpekanbaru.com / Nur Intan Rahmawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved