Breaking News:

Nenek Koyai, Veteran Perang Berumur 102 Tahun, Saksi Hidup Kejamnya Zaman Penjajahan Belanda di Riau

Seorang nenek bernama Koyai ( 102 tahun ) menceritakan kisahnya mengenai kehidupan dan perjuangan masyarakat masa penjajahan Belanda

Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Istimewa
Nenek Koyai, Veteran Perang Berumur 102 Tahun, Saksi Hidup Kejamnya Zaman Penjajahan Belanda di Riau 

Suami pertama dari Nenek Koyai ini yang bernama Khatib Bulek ( khatib di sini merupakan pengurus dan imam mesjid serta merupakan salah satu petinggi dari struktur lembaga adat di Kenegerian Toar ) mati oleh kekejaman tentara Belanda.

Tidak hanya suami, namun teman-temannya juga demikian.

Mereka juga ikut andil dalam perlawanan terhadap Belanda secara sembunyi-sembunyi dengan cara menembak dan membunuh tentara Belanda secara sembunyi.

Saat sekarang ini, kondisi dari Nenek Koyai ini masih sehat pada usianya yang sudah 102 tahun.

Namun penglihatan dan pendengaran telah jauh berkurang.

Pada tahun-tahun belakangan ini sumbangan dan perhatian dari pemerintah daerah sudah tidak ada lagi pada Nenek Koyai ini.

Beliau telah terlupakan dan tergantikan oleh kesibukan lain, yang sebenarnya patut di apresiasi terhadap tindakannya dimasa lalu.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, beliau tetap terjaga karena tempat tinggal yang lumayan jauh dari keramaian serta kondisi ekonomi dari Nenek Koyai ini tergantung dari pemberian anak serta cucu dan cicitnya karena beliau hidup serumah dengan mereka.

Secara kondisi fisiknya, diumurnya yang ke 102 tahun ini beliau tetap bisa berjalan keliling rumah dan mengerjakan tugas ringan seperti mencabut rumput. (Citizen Journalism / Tribunpekanbaru.com / Nolpitos Hendri / Hayatun Rida)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved