Breaking News:

Terjerat Pidana Pilkada, Besok 2 Oknum Pejabat ASN dan Ketua PKH di Pelalawan Disidang di Pengadilan

Ada dua tersangka yang merupakan perekam dan penyebar video beras PKH berlambang nama cabup Pelalawan

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Proses pelimpahan tahap II perkara Pidana Pilkada dilakukan secara virtual akibat dua dari tiga tersangka berhalangan hadir, Jumat (6/11/2020). Penyidik Satreskrim Polres Pelalawan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke KPU Kejari Pelalawan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Perkara Tindak pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan Riau akan disidangkan mulai besok, Senin (8/11/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

Tiga tersangka yakni Susi Yanti, Srinoralita, dan Meksi Syafrida akan menjalani persidangan serta duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Ketiga wanita yang terjerat dalam Pidana Pemilu itu dibagi menjadi dua berkas.

Susi Yanti sebagai Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) berkas tersendiri.

Baca juga: Harga Buku Mulai Rp 10 Ribu dan Diskon hingga 50 Persen, Gramedia Big Sale di Mal Ciputra Seraya

Baca juga: KANDAS, Mundur Jadi Artis, Ade Londok Berurai Air Mata Putus dari Si Cantik Devina, Apa Alasannya?

Baca juga: DPP Pekanbaru Sebut Pusat Kuliner Nadayu Belum Punya Izin, Picu Kerumunan Jadi Perhatian Satpol PP

Sedangkan Srinoralita Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan Meksi Syafrida yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) di Dinsos, menjadi satu berkas

"Setelah kita menerima pelimpahan tahap ll berkas dan tersangka dari Polres Pelalawan Jumat (6/11/2020) pagi, menjelang sore langsung kita limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN)," terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH.

Kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (8/11/2020), ia menjelaskan, proses hukum terhadap ketiga tersangka berjalan cepat berdasarkan prosedur pada Undang-undang Pemilu.

Ketiga tersangka dijerat dengan dua pasal. Yang pertama pasal 188 junto 71 ayat 1 Undang-undang Pilkada ada dua tersangka yang merupakan perekam dan penyebar video beras PKH berlambang nama cabup tersebut.

Mereka dijerat lantaran diduga merugikan atau menguntungkan Pasangan Calon (Paslon) Pilkada akibat video yang beredar luas tersebut.

Ancaman hukuman minimal 1 bulan dan maksimal 3 bulan.

Proses pelimpahan tahap II perkara Pidana Pilkada dilakukan secara virtual akibat dua dari tiga tersangka berhalangan hadir, Jumat (6/11/2020). Penyidik Satreskrim Polres Pelalawan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke KPU Kejari Pelalawan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)
Proses pelimpahan tahap II perkara Pidana Pilkada dilakukan secara virtual akibat dua dari tiga tersangka berhalangan hadir, Jumat (6/11/2020). Penyidik Satreskrim Polres Pelalawan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke KPU Kejari Pelalawan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung) (TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved