Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Dua Pejabat Pemkab Pelalawan Diadili di Pengadilan Negeri Terkait Pilkada

"Kedua terdakwa merekam dan menanyi saksi terkait hubungan beras PKH dan sembako dengan tas bertuliskan Bang Kri dengan tanda pagar Zukri Bupati

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Tiga tersangka dalam kasus tindak pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 menjalani sidang perdana, Senin (9/11/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan

Tiga tersangka yang duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa dibagi dalam dua berkas perkara dan disidangkan berbeda.

Terdakwa Susi Yanti sebagai Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) berkas tersendiri. Kemudian Srinoralita Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan Meksi Syafrida yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) di Dinsos, satu perkara.

Mereka terjerat hukum akibat video viral beras PKH yang dibagikan bersamaan dengan paket sembako yang dibungkus menggunakan tas berlambang nama salah satu Calon Bupati (Cabup).

Perkara yang sidangkan pertama kali yakni atas nama terdakwa Srinoralita dan Meksi Syafrida yang didampingi tim kuasa hukumnya. Sidang dipimpin majelis hakim Bambang Setyawan SH MH sebagai ketua serta hakim anggota Nurrahmi SH MH dan Joko Ciptanto SH MH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan yakni Marthalius SH.

Kedua terdakwa yang merupakan pejabat ASN datang menggunakan seragam pegawai berwarna cokelat. Mereka duduk didepan hakim sambil mendengarkan dakwaan yang dibacakan Marthalius SH.

Berawal dari laporan seorang peserta program PKH ke Dinsos lantaran belum menerima beras bantuan di areal Jalan Koridor Langgam Kilometer 5 Pangkalan Kerinci.

Selanjutnya kedua terdakwa pergi ke lokasi dan menelusuri persoalan yang ada. Hingga ditemukan beras PKH yang dibagikan bersamaan dengan bantuan sembako dari seorang Cabup di rumah terdakwa Susi Yanti.

"Kedua terdakwa merekam dan menanyi saksi terkait hubungan beras PKH dan sembako dengan tas bertuliskan Bang Kri dengan tanda pagar Zukri Bupati Ku," papar JPU Marthalius.

Selanjutnya video yang direkam kedua terdakwa menyebar di media sosial Facebook dan beredar secara luas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved