Breaking News:

Berita Riau

Selain Covid-19, Warga Riau Juga Dihadapkan dengan Penyakit DBD, Sudah Jangkiti 2 Ribu Orang Lebih 

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, jumlah penderita DBD di Riau mengalami peningkatan.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
internet
Ilustrasi DBD 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ditengah Pandemi Covid-19, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Riau. 

Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dalam kurun waktu Januari sampai bulan September 2020, jumlah warga Riau yang terjangkit penyakit DBD mencapai 2.738 orang. 

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, jumlah penderita DBD di Riau mengalami peningkatan.

Pada tahun 2019 lalu di periode yang sama, pihaknya mencatat jumlah pasien DBD sebanyak 2.703. Atau mengalami kenaikan sebanyak 35 orang.

Baca juga: WASPADA, Tercatat 169 Kasus DBD di Kepulauan Meranti hingga Oktober 2020

Baca juga: Diskes Kuansing Sudah Kirim Surat Himbauan ke Puskesmas, Kasus DBD Tetap Melonjak

Petugas Puskesmas melakukan fogging di Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing, Selasa (3/11/2020) setelah satu warga desa tersebut meninggal akibat DBD
Petugas Puskesmas melakukan fogging di Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing, Selasa (3/11/2020) setelah satu warga desa tersebut meninggal akibat DBD (Tribunpekanbaru.com/Palti Siahaan)

"Jumlah kasus DBD tertinggi di Riau selama periode Januari hingga September terjadi pada bulan Januari yakni mencapai 791 kasus. Kemudian mulai menurun pada Februari yakni 579 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, Selasa (10/11/2020). 

Mimi menjelaskan, terjadinya peningkatan jumlah pasien DBD pada bulan Januari dikarenakan saat itu memasuki musim hujan.

Karena memang siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD yakni nyamuk aedes aegypti saat musim hujan.

"Kemudian pada bulan Maret hingga September, jumlah pasien DBD terus mengalami penurunan. Yakni pada Maret 467 kasus, April 242, Mei 211, Juni 162, Juli 164, Agustus 81 dan September 41 orang," sebutnya.

Baca juga: Temuan DBD di Kecamatan Tenayan Raya Tinggi, Masih Dominasi Kasus DBD di Kota Pekanbaru

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Wabah DBD di Kuansing Mulai Mengintai, Kasus Meningkat di Muara Lembu

Menurut Mimi, angka penambahan pasien DBD di Riau diprediksi akan kembali naik pada bulan November ini, karena saat ini di provinsi Riau diprediksi terjadi musim hujan.

"Untuk itu kami himbau masyarakat untuk dapat menjalankan pemberantasan sarang nyamuk agar terhindar dari DBD," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved