Breaking News:

Berita Riau

10 Orang Tersangka Penambang Pasir Ilegal di Bengkalis Riau Dibekuk, Sudah Setahun Beroperasi

Ke 10 orang pria pelaku penambangan pasir ilegal ini ditangkap di Dusun Pasir Putih, Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
TribunPekanbaru/Syahrulramadhan
Kondisi areal penambangan pasir ?yang berada di kawasan Kelurahan Pematang Pudu Kota Duri Mandau. Belum diketahui siapa pemilik dari penambangan pasir yang sudah beroperasi selama dua tahun belakangan itu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 10 orang pria yang merupakan pelaku penambangan pasir ilegal yang berlokasi di Dusun Pasir Putih, Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, ditangkap polisi.

Kesepuluh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Kini mereka sedang menjalani proses penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi menuturkan, tambang ini tidak mengantongi izin usaha pertambangan (IUP).

Kegiatan ini mulanya dilaporkan oleh masyarakat. Pihaknya pun bergerak melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud, pada 9 November 2020.

Baca juga: Puluhan Orang Datangi Kejati Riau, Minta Usut Dugaan Penyelewengan Anggaran Covid-19 di Diskes Riau

"Dari lokasi tersebut, kita lakukan operasi tangkap tangan terhadap lebih kurang 10 orang tersangka. Dimana dari 10 orang ini, 3 orang berperan sebagai pengelola atau pemilik usaha," jelasnya saat ekspos kasus, Kamis (12/11/2020).

"Kemudian 4 orang sebagai operator alat berat, 3 orang juru tulis yang mencatat keluar masuknya pasir dari lokasi ke luar lokasi," sambungnya.

Selain para tersangka diungkapkan Andri, petugas turut menyita barang bukti berupa 4 unit ekskavator, 6 unit mesin hisap beserta selang, buku teli atau catatan penjualan pasir, dan uang tunai Rp4,1 juta.

Baca juga: Ratusan Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bansos di Siak Sudah Diperiksa, Akan Segera Ada Tersangka?

Berdasarkan keterangan para tersangka kata Andri, usaha tambang pasir ilegal ini sudah berjalan sekitar 1 tahun lamanya.

Andri merincikan, adapun inisial tersangka diantaranya AW, SS, dan AR selaku pengelola usaha. 

Selanjutnya BI, SD, MS dan RW selaku operator alat berat. Terakhir RK, IT, dan YS selaku juru tulis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved