Breaking News:

4 Sungai Ini Meluap Sekaligus, Penyebab Banjir di Dua Desa di Kecamatan Ukui Pelalawan

Dua desa di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau dilanda banjir tiga hari terakhir, yakni Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam.

Istimewa
Kondisi banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan pada Rabu (11/11/2020) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, UKUI - Dua desa di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau dilanda banjir tiga hari terakhir, yakni Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam.

Banjir yang muncul di dua desa itu mengakibatkan seratusan rumah terdampak dan tergenang air.

Selain itu seratusan Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat rumahnya terendam dan memilih tinggal di kediaman sanak saudara atau keluarga yang tidak terkena banjir.

"Sebenarnya aparat dan pemerintah desa telah menyiapkan lokasi pengungsian. Tapi warga memilih rumah penduduk, karena banjir diprediksi hanya sebentar saja," beber Camat Ukui, Amri Juharza, kepada Tribunpekanbaru com, Kamis (12/11/2020).

Kondisi banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan pada Rabu (11/11/2020) lalu.
Kondisi banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan pada Rabu (11/11/2020) lalu. (Istimewa)

Camat Amri menyebutkan, banjir kali ini cukup besar dan terjadi begitu cepat.

Ternyata ada empat sungai yang meluap secara bersamaan akibat curah hujan yang tinggi dan air kiriman dari hulu.

Adapun sungai-sungai yang meluber yakni Sungai Nilo yang merupakan tersebar di sekitar desa, serta tiga anak sungainya yakni Sungai Onangan, Sungai Kundur, dan Sungai Kelayang.

Air yang meluber merendam wilayah Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam yang berdekatan dengan keempat sungai tersebut dengan ketinggian 100 sampai 200 centimeter.

Rumah yang terendam banjir mencapai 175 unit dan terdampak sebanyak 58 unit.

Sedangkan warga yang terdampak sekitar 233 KK dengan 768 jiwa. Data ini hanya di Desa Lubuk Kembang Bunga saja, sedangkan Desa Air Hitam masih proses pendataan.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved