Breaking News:

Kapasitas 50 Orang, Masih 5 Pasien OTG Covid-19 yang Diisolasi di Hotel Grand Pangkalan Kerinci

Tim Satgas Covid-19 Pelalawan telah mengoperasikan Hotel Grand Pangkalan Kerinci selama satu pekan lebih sebagai lokasi isolasi mandiri.

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Hotel Grand Pangkalan Kerinci yang disewa Tim Satgas Covid-19 Pelalawan untuk tempat isolasi pasien OTG. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Tim Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pelalawan Riau telah mengoperasikan Hotel Grand Pangkalan Kerinci selama satu pekan lebih sebagai lokasi isolasi mandiri.

Hotel Grand menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hingga kini sudah ada lima pasien OTG corona yang mejalani karantina di penginapan yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci itu.

"Sebelumnya masih empat orang, kemarin bertambah satu orang. Jadi sampai saat ini sudah ada lima orang," tutur juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes, kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (12/11/2020).

Asril menuturkan, Hotel Grand memiliki kapasitas sebanyak 50 orang dengan kamar yang tersedia di tiga lantai. Para pasien yang menjalani karantina berada di lantai ll.

Baca juga: Update Kasus Positif Covid-19 di Riau, Bertambah 146 Kasus Positif, 400 Narapidana Terpapar Covid-19

Baca juga: WOW. Duo Ilmuwan Muslim Ini Adalah Penemu Vaksin Covid-19

Baca juga: Kabar Terbaru Ucok Baba Setelah Lama Tak Terlihat di TV, Sibuk Dagang Durian di Depok

Mereka dipisahkan tempat tidurnya, kecuali Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang meminta mereka untuk disatukan di dalam kamar.

Bahkan pasien yang berbeda hari masuk ke hotel tidak diizinkan kontak atau bertemu secara dekat.

Tim Satgas Covid-19 menyiapkan beberapa fasilitas berupa makan satu hari tiga kali ditambah asupan gizi serta obat-obatan.

Kemudian pakaian dicuci melalui laundry hotel sekaligus membersihkan kamar. Pasien juga diarahkan untuk olahraga senam setiap hari.

"Ini sebenarnya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Namun jika masyarakat memilih Isolasi mandiri di rumah, itu tidak ada persoalan. Asalkan konsisten untuk tidak keluar rumah," tandas Asril.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved