Breaking News:

Kemplang Uang Nasabah Rp 7 M Lebih, Mantan Karyawati Bank Cantik Ini Dituntut 46 Bulan Penjara

Wanita yang memiliki satu putri yang masih kecil ini dikenal gaya hidup glamor, didakwa terlibat kasus tindak pidana penipuan uang nasabah Rp 7 miliar

SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Terdakwa RS alias Vina (27) keluar dari ruang sidang setelah diperiksa majelis hakim Pengadilan Negeri Blangpidie, Abdya, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - RS alias Vina (27), oknum mantan karyawati sebuah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dituntut pidana penjara selama 3 tahun dan 10 bulan atau 46 bulan.

Perempuan satu putri yang masih kecil dan dikenal gaya hidup glamor ini, sebelumnya didakwa terlibat kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sejumlah nasabah berjumlah Rp 7,115 miliar.

Tuntutan agar terdakwa dijatuhkan pidana penjara 3 tahun 10 bulan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie, Kamis (12/11/2020) siang.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin Hakim Ketua Zulkarnain SH MH (Ketua PN), didampingi dua hakim anggota yaitu Muhammad Kasim SH MH (Wakil Ketua PN), dan Rudy Rambe SH, serta Panitera Muda Pidana, Alian SH.

Baca juga: Pria Inisial PP Ditangkap Polisi, Diduga Kuat Pelaku yang Pertama Kali Sebar Video Syur Mirip Gisel

Tuntutan JPU dari Kejari Abdya itu dibacakan bergantian oleh M Agung Kurniawan SH MH, Handri SH, Wendy Yuhfrizal SH, dan Muhammad Iqbal SH.

Tuntutan pidana penjara selama 3 tahun 10 bulan, menurut jaksa, lantaran terdakwa RS alias Vina secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana melanggar Pasal 378 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana, dalam surat dakwaan alternatif.

Baca juga: Kakek 78 Tahun Warga Solok Sumbar Hilang di Hutan, Tinggalkan Rumah Sejak 2 November Lalu

Terdakwa Vina sendiri tidak dihadirkan dalam ruang sidang karena mempertimbangkan pandemi Covid-19.

Terdakwa mengikuti sidang secara virtual melalui video conference dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie di Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, tempat ia ditahan.

Di ruang sidang, terdakwa diwakili penasihat hukumnya dari Law Firm Syahrul Rizal SH MH & Associates Banda Aceh, yaitu Iswandi SH MH.

Setelah jaksa menyampaikan tuntutan, Ketua Majelis Hakim, Zulkarnain SH MH secara virtual meminta tanggapan terdakwa Vina, kemudian diserah kepada penasehat hukumnya untuk memberikan tanggapan.

Baca juga: Aksi Pemuda Bongkar Kotak Infak di Asahan Terekam CCTV, Plat Nopol Sepeda Motornya Terlihat Jelas

Halaman
12
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved