Breaking News:

Lebih Rendah Rp 500 Juta dari Tuntutan JPU, Hakim Vonis PT Adei Denda Rp 3,9 M pada Perkara Karhutla

Goh Keng EE duduk di kursi pesakitan sambil mendengarkan amar putusan sebanyak 165 halaman, dibacakan ketiga hakim secara bergantian.

Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Direktur PT Adei Plantation and Industry Goh Keng EE mewakili perusahaan sebagai terdakwa dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Kamis (12/11/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan akhirnya menjatuhkan vonis atas perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjerat PT Adei Plantation and Industry, Kamis (12/11/2020).

Sidang digelar sekitar pukul 11.00 WIB yang dipimpin Bambang Setyawan SH MH sebagai ketua majelis yang juga Ketua PN Pelalawan, didampingi Rahmat Hidayat Batubara SH MH dan Joko Ciptanto SH MH sebagi hakim anggota.

Sedangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH didampingi Rahmat Hidayat SH.

Terdakwa PT Adei Plantation and Industry diwakili oleh Direkturnya Goh Keng EE didampingi penasihat hukumnya Muhammad Sempa Kata Sitepu SH MH dan rekannya.

Goh Keng EE duduk di kursi pesakitan sambil mendengarkan amar putusan sebanyak 165 halaman, dibacakan ketiga hakim secara bergantian.

Direktur PT Adei Plantation and Industry Goh Keng EE mewakili perusahaan sebagai terdakwa dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Kamis (12/11/2020).
Direktur PT Adei Plantation and Industry Goh Keng EE mewakili perusahaan sebagai terdakwa dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Kamis (12/11/2020). (Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung)

Demikian juga JPU dan penasihat hukum tersakwa, menyimak putusan secara seksama.

Dalam vonisnya, hakim mengabulkan tuntutan JPU yang menyebutkan dakwaan yang terbukti yakni dakwaan kedua.

PT Adei melanggar pasal 99 ayat 1 junto pasal 116 ayat 1 Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Baca juga: ‎925 Warga Binaan dan 67 Petugas Rutan Kelas IIB Dumai Telah Diambil Swabnya

Baca juga: Tangan Kecil Menepuk Lengannya dari Belakang, Reaksi Wanita Ini Viral di Media Sosial

Baca juga: Dibacok, Kadispora OKU Selatan Jadi Korban Dendam Lama, Pelaku: Rumah Tangga Saya Hancur Karena Dia

Lantaran perusahaan dianggap lalai hingga mengakibatkan kebakaran terjadi di kebun kelapa sawit sidivisi ll Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan, Pelalawan.

Setelah melihat pembuktian selama persidangan serta sidang lapangan atau Pemeriksaan Setempat (PS), yang terbukti dari dakwaan alternatif yakni dakwan kedua. 

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved