Breaking News:

Lebih Rendah Rp 500 Juta dari Tuntutan JPU, Hakim Vonis PT Adei Denda Rp 3,9 M pada Perkara Karhutla

Goh Keng EE duduk di kursi pesakitan sambil mendengarkan amar putusan sebanyak 165 halaman, dibacakan ketiga hakim secara bergantian.

Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Direktur PT Adei Plantation and Industry Goh Keng EE mewakili perusahaan sebagai terdakwa dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Kamis (12/11/2020). 

"Setiap orang badan usaha yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan Lingkungan hidup, dipidana.

PT Adei sebagai badan hukum bisa dimintai pertanggungjawabannya secara hukum," beber Jaksa Ray Leonard.

Untuk itu, JPU menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa PT Adei yang diwakili kuasa Direktur Goh Keng EE telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Kemudian menjatuhkan pidana denda pokok kepada PT Adei sebesar Rp 1.500.000.00,-. Selanjutnya pidana denda tambahan untuk perbaikan lahan yang terbakar seluas 4,16 hektar sebesar Rp 2.987.694.064.

Besaran itu dirincikan dalam dua kategori denda yakni kerugian ekologis dan ekonomis. Pembagiannya ialah Rp 1.937.592.014,- yang disetorkan ke kas negara dan Rp 1.050.102.050,- yang digunakan untuk pemulihan lahan dengan kompos di lahan PT Adei yang terbakar di divisi ll Desa Batang Nilo Kecil.

JPU juga menetapkan barang bukti berupa sejumlah dokumen dan barang bukti-bukti lainnya.

Dalam menyusun tuntutan hukuman itu, jaksa mempertimbangkan dua hal yakni hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa PT Adei.

"Hal-hal yang memberatkan yakni PT Adei sudah pernah dihukum dalam pidana serupa.

Hal yang meringankan PT Adei terbukti kooperatif selama persidangan sehingga berjalan lancar," tambah Ray Leonard.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim Bambang memberikan kesempatan kepada PT Adei dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan pledoi atau pembelaan.

Pengacara berjanji membacakan pembelaan pada persidangan selanjutnya Selasa (27/10/2020) pekan depan.

Menurut JPU Ray Leonard, surat dakwaan disusun dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan diturunkan secara berjenjang ke Kejari Pelalawan.

Sedangkan denda pidana yang dituntut merupakan hasil perhitungan kerugian dari ahli yang dihadirkan dalam perkara Karhutla PT Adei yang kedua ini.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved