Breaking News:

Berkas Perkara Dugaan Korupsi BBM di Pelalawan Dilimpahkan Ke PN Pekanbaru, Tersangka Pensiunan PNS

Tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Pelalawan, M Yasirwan akan segera menjalani proses peradilan.

Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Pelalawan, M Yasirwan akan segera menjalani proses peradilan.

Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU) sudah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, Jumat (13/11/2020).

Untuk diketahui, M Yasirman merupakan tersangka dugaan korupsi belanja bahan bakar minyak gas dan pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2015 dan 2016. 

Dalam kegiatan itu, dia bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Pengusutan perkara dilakukan jaksa penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan

Sejak berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21, jaksa penyidik segera melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke JPU.

Baca juga: PA 212 Sudah Ajukan Permohonan Izin Reuni di Monas, Surat Dikirim ke Anies Baswedan 1 September

Baca juga: Dari Gubernur Hingga Petinggi Partai, Inilah Tokoh-tokoh yang Mengunjungi Habib Rizieq Shihab

Baca juga: Anak Tiri Rela Menabung Dua Bulan untuk Membuat Ayah Sambungnya Bahagia, Videonya Viral

Sejak proses tahap II itu juga Yasirwan yang merupakan mantan pejabat di Dinas PU Pelalawan itu, ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Setelah itu, JPU menyusun surat dakwaan. Sekitar 1 minggu berselang dakwaan pun selesai dan langsung dilimpahkan ke pengadilan.

Panitera Muda (Panmud) Tipikor pada PN Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, membenarkan jika berkas perkara sudah dilimpahkan oleh JPU. 

"Saat ini berkas perkara telah berada di meja Ketua (PN Pekanbaru). Selanjutnya akan ada penetapan majelis hakim," bebernya.

Baca juga: Kenali 7 Kendaraan yang Boleh Terobos Lampu Merah, Golongan yang Punya Prioritas di Jalan Raya

Baca juga: 5 Zodiak Ini Punya Sifat Pemaaf, Tak Ragu Memberikan Kesempatan Kedua ke Orang Lain

Baca juga: Tanda-tanda dan Arti Mimpi Bencana Alam Seperti Banjir, Topan, Gempa, Tsunami dan Angin Kencang

Kasus yang menjerat Yasirwan ini bermula dari adanya temuan pengadaan BBM dan pelumas di Dinas PU Pelalawan yang nilainya diduga digelembungkan dan fiktif pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp4 milliar dan 2016 sebesar Rp4,7 milliar. 

Uang itu bersumber dari APBD Pelalawan.

Diduga ada penggelembungan harga dan penggunaan bukti pertanggungjawaban yang tidak benar. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara yang diduga mencapai Rp.1.864.011.663.

Pensiunan PNS ini, dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved