Breaking News:

Diduga Gelapkan Uang Rp 600 Juta, Kajari Toba Laporkan Cucunya Sendiri ke Polda Sumut

Jojor boru Sitorus sendiri merupakan cucu dari Robinson Sitorus. Ia dilaporkan kakeknya atas kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp 600 juta.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kuasa hukum Jojor boru Sitorus, Roni Prima Panggabean (kiri) dan Jhon Feryanto Sipayung memperlihatkan dokumen bukti laporan, Jumat (13/11/2002). Jojor dilaporkan atas dugaan penggelapan oleh kakeknya sendiri, Robinson Sitorus yang merupakan Kajari Toba. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jojor Boru Sitorus penuhi panggilan Polda Sumut atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Toba, Robinson Sitorus.

Jojor boru Sitorus sendiri merupakan cucu dari Robinson Sitorus.

Ia dilaporkan oleh kakeknya atas kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp 600 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com (grup Tribun Pekanbaru.com) pada Jumat (13/11/2020), Jojor memenuhi panggilan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut pada Rabu (11/11/2020) lalu.

Terkait perkembangan kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi awak media, membenarkan terlapor sudah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan atas kasus tersebut.

Baca juga: VIDEO Ustadz Abdul Somad Terisak Minta Orang-orang Tertentu Agar Berhenti Hina Habib Rizieq Shihab

Pemeriksaan itu dilakukan pihaknya atas laporan Kajari Toba Robinso Sitorus terkait dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 600 juta.

Terkait perkembangan, lanjutnya, saat ini penyidik sedang melakukan pendalaman dan telah mengambil keterangan baik dari pelapor serta terlapor.

"Untuk secara mendetail belum bisa kita beritahukan, namun proses penyelidikan sudah berjalan.

Bahkan terhadap pelapor Pak Robinson Sitorus sudah diambil keterangan dan diperiksa, begitu juga terlapor Ibu Jojor Sitorus," kata Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Sumut di ruangannya.

Terpisah, kuasa hukum terlapor dari Jakarta, SHP Law Firm, Roni Prima Panggabean dan Jhon Feryanto Sipayung menyebutkan bahwa kliennya mengaku heran atas laporan pengaduan (LP) itu.

Baca juga: Sempat Ditolak, Tim Medis dan Polisi akan Kembali Lakukan Tracing Senin Depan di Tanjung Peranap

Halaman
123
Editor: CandraDani
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved