Breaking News:

Dua Nelayan Terombang Ambing 2 Hari di Laut Bengkalis Setelah Kapal Bocor Akibat Menabrak Kayu

Kapal kayu pencari ikan tenggelam di perairan Kabupaten Bengkalis, dua orang nelayan terapung selama dua hari.

Istimewa
Kapal kayu pencari ikan tenggelam di perairan Kabupaten Bengkalis, dua orang nelayan terapung selama dua hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kapal kayu pencari ikan tenggelam di perairan Kabupaten Bengkalis, dua orang nelayan terapung selama dua hari. 

Dua orang nelayan yang merupakan warga Bantan Tua Kabupaten Bengkalis tersebut bernama Andi Baktiar dan Mulyadi.

Kapten KN 218 Basarnas Pekanbaru, Leni Tadika membenarkan bahwa pihaknya telah mengevakuasi dua nelayan ikan yang kapalnya karam di perairan Bengkalis. 

Dirinya mengatakan, kedua nelayan ikan asal Bengkalis, yang kapalnya tenggelam di perairan Bengkalis pada Rabu (11/11/2020), berhasil diselamatkan oleh kapal Kargo Sea Luck berbendera Panama.

"Kita mendapatkan informasi dari kapal Sea Luck pada Jumat (13/11/2020), dan saat kita jemput keduanya dalam kondisi lemas akibat lamanya mengapung," katanya, Minggu (15/‎11/2020). 

Baca juga: Pengacara 2 Pejabat ASN Terdakwa Pidana Pilkada Sampaikan Pledoi, Sebut Klien Tak Terbukti Bersalah

Baca juga: FOTO: SMP Besok Akan Terapkan Belajar Tatap Muka

Baca juga: Sediakan Tempat Prostitusi, Pengelola Penginapan di Pekanbaru Terancam Pencabutan Izin

Leni menerangkan, pihaknya bersama Satpol Air Polres Dumai dan KPLP Dumai langsung membawa kedua korban ke dermaga Pokala PT Pelindo I Dumai.

"Di dermaga, pihak kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai, langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kedua korban sebelum diserahkan kepada keluarga, dan Alhamdulillah keduanya dalam kondisi baik," imbuhnya. 

Leni juga menegaskan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa kapal karam ini, dalam artian kedua nelayan sudah berhasil diselamatkan. 

Sebelumnya, satu dari dua nelayan korban kapal karam Mulyadi, mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (11/11/2019) malam, dimana pada saat itu kondisi perairan terjadi gelombang tinggi akibat cuaca buruk.

Ia menambahkan, saat gelombang besar tersebut, kapal yang dibawanya diduga menghantam kayu sehingga bagian bawah kapal mengalami kebocoran sehingga karam di perairan Bengkalis.

Halaman
1234
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved