Breaking News:

Pengacara 2 Pejabat ASN Terdakwa Pidana Pilkada Sampaikan Pledoi, Sebut Klien Tak Terbukti Bersalah

Sidang perkara pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan Riau telah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Jumat

Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Terdakwa Srinoralita yang merupakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pelalawan dan Meksi Syafrida yang merupakan kepala seksi Dinsos mengikuti sidang dengan agenda pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Jumat (13/11/2020) pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Sidang perkara pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan Riau kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Jumat (13/11/2020).

Dalam sidang kelima ini, tiga terdakwa menghadapi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Kemudian dilanjutkan dengan agenda pledoi atau pembelaan dari ketiga terdakwa yang disampaikan masing-masing penasihat hukumnya.

Setelah menjalani tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, terdakwa Srinoralita yang merupakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pelalawan dan Meksi Syafrida yang merupakan kepala seksi Dinsos.

Melalui penasihatnya dari kantor pengacara Asep Ruhiyat membacakan plendoi dihadapan majelis hakim dan JPU setebal 32 halaman. 

"Terdakwa tidak terbukti melakukan kesalahan yakni menyebarluaskan video tersebut," kata Asep Ruhiyat kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (13/11/2020) sore pekan lalu. 

Asep menyatakan, dakwaan dari penuntut umum tidak terbukti melalui bunti-bukti yang ada di persidangan, keterangan saksi-saksi, dan keterangan para ahli semuanya tidak ada mengarah ke kesalahan kliennya.

Baca juga: Heboh Singa Mati Mengapung di Kolam Kebun Binatang China, Manager Sempat Sebut Cuma Istirahat

Baca juga: Si Panca Domba Aneh Bikin Geger, Tanduknya Lima dan Suka Minum Kopi, Keunikan Muncul di Usia Remaja

Artinya penuntut umum tidak bisa membuktikan letak kesalahan terdakwa Srinoralita dan Meksi Syafrida.

Bahkan alat bukti yang ada tidak bisa menyatakan jika keduanya menyebarluaskan video viral beras PKH bergambar nama Calon Bupati(Cabup).

"Ahli Doktor Erdianto dan Herdiansyah SH MH juga menyampaikan di dalam persidangan mereka bekerja sesuai dengan Tupoksinya," tambah Asep Ruhiyat.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved