Breaking News:

Tak Bisa ke Mana-mana, Aktifitas Masyarakat Lumpuh Setelah Jembatan Desa di Inhil Ambruk

Ambruknya jembatan membuat akses masyarakat terhambat sehingga tidak bisa beraktifitas seperti biasa akibat putusnya jalur utama masyarakat tersebut.

Istimewa
Jembatan penghubung dari Parit Sumber Hayat menuju Parit Sumber Makmur ambruk setelah diterjang arus pasang, Sabtu (14/11/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RETEH – Aktifitas masyarakat Desa Seberang Sanglar, Kecamatan Reteh lumpuh akibat ambruknya jembatan penghubung dari Parit Sumber Hayat menuju Parit Sumber Makmur yang di terjang arus pasang.

Ambruknya jembatan membuat akses masyarakat terhambat sehingga tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa akibat putusnya jalur utama masyarakat tersebut.

Pihak desa mengkonfirmasi jika masyarakat sekitar untuk sementara waktu tidak bisa kemana – mana setelah jembatan tersebut mengalami rusak yang cukup parah dan berbahaya jika tetap digunakan.

“Tak bisa di lewati, aktifitas masyarakat memang benar - benar lumpuh. Beberapa hari ini hujan deras ditambah lagi air pasang membuat arus sungai semakin kencang sampai jembatan penghubung antar parit tersebut runtuh,” ungkap Kepala Desa (Kades) Seberang Sanglar, Kamaruddin kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (15/11/2020) sore.

Baca juga: Heboh Singa Mati Mengapung di Kolam Kebun Binatang China, Manager Sempat Sebut Cuma Istirahat

Baca juga: Si Panca Domba Aneh Bikin Geger, Tanduknya Lima dan Suka Minum Kopi, Keunikan Muncul di Usia Remaja

Baca juga: Dua Nelayan Terombang Ambing 2 Hari di Laut Bengkalis Setelah Kapal Bocor Akibat Menabrak Kayu

Baca juga: Rencana Tatap Muka Terbatas di Sekolah, Gubri Syamsuar Tidak Beri Restu Daerah Tinggi Kasus Covid-19

Menurut Kamaruddin, peristiwa dan kondisi ini sudah disampaikannya kepada pihak Kecamatan, yaitu Camat Reteh serta akan berkomunikasi ke pihak terkait yang ada di Kabupaten Inhil agar segera mengambil tindakan.

Selain itu, ditambahkannya, langkah jangka pendek sebagai solusi agar masyarakat bisa kembali lewat juga sedang dilakukan pihak desa dengan RW setempat.

“Kita akan mengumpulkan warga untuk melakukan musyawarah dan melakukan perbaikan seadanya. Apakah akan ada rencana gotong royong bersama atau lainnya. Saya akan koordinasikan dulu dengan RW sumber makmur, apakah bisah di swadaya mengingat biaya sangat besar,” tutur Kamaruddin.

Sementara itu terpisah, Pj Camat Reteh Arbain menuturkan, pihak kecamatan akan turun untuk meninjau kondisi jembatan yang cukup jauh dari ibukota kecamatan tersebut.

“Lokasinya jauh dari Pulau Kijang, kalau pakai motor setengah jam sampai satu jam. Mudah - mudahan besok saya sempat ke sana,” ungkap Arbain yang mengaku saat ini masih Tembilahan untuk menyelesaikan tugas.

Untuk diketahui, Sabtu (14/11) sekira pukul 18.30 WIB di RW 05 Parit Sumber Makmur, jembatan penghubung Parit Sumber Makmur rubuh.

Jembatan yang dibangun tahun 2018 itu rubuh di terjang air pasang setelah hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan membuat arus sungai semakin deras. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved