Breaking News:

Kepulauan Meranti

Pasang Rob Rendam Ruas Jalan di Pasar Sandang Pangan Selat Panjang, Kondisi Pasar Makin Sepi Pembeli

Selain pandemi Covid-19,kondisi pasang yang menyebabkan banjir ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para pedagang di sana.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: CandraDani
Istimewa/Teddy Tarigan
Salah satu ruas Jalan Pasar Sandang Pangan, Selatpanjang yang terkena dampak dari banjir rob tahunan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Air pasang rob atau pasang keling sebutan warga lokal Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melanda aktifitas sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Sandang Pangan, Selat Panjang, Kepulauan Meranti sejak beberapa hari belakangan.

Pasang keling atau lebih dikenal dengan banjir rob itu menjadi momen langganan terhadap pedagang dan pengunjung pada awal tahun hingga penghujung tahun seperti saat ini. 

Selain pandemi Covid-19 dengan yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, kondisi pasang yang menyebabkan banjir ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para pedagang di sana.

Dari pantauan di lokasi ketinggian genangan air laut yang naik ke darat tersebut bervariasi pada sejumlah titik; mulai dari 15 Cm, hingga lebih dari 30 Cm meter.

Baca juga: Banjir di Riau Terus Meluas, Ada 14 Kecamatan di Inhu yang Terdampak Banjir  

Bahkan titik terparah berada di Pasar Sandang Pangan Arah Sei. Juling hampir 60 hingga 70 Cm. 

Meskipun demikian, aktivitas pedagang, mulai dari pedagang pakaian, dan lain lain tetap berjalan seperti biasa. Namun kondisi pasar terlihat lengang dari pembeli. 

"Banjir pasang tinggi seperti ini langganan tiap tahun terjadi. Kalau sudah begini ya lengang tidak ada pembeli," kata salah seorang pedagang pakaian, Lukman. 

Menurutnya, bertepatan pada hari biasa pendapatannya bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu perhari, namun ketika seperti ini pendapatan mereka anjlok, terlebih situasi Covid-19. 

Baca juga: Warga Siak Segera Siapkan Lamaran Kerja, Besok Job Fair Siak 2020 Dibuka, Cuma 2 Hari

Pasang dan surutnya banjir Rob itu bisa sampai 4 jam, batas akhir surutnya pasang laut diperkirakan bertepatan pukul 14.00 WIB sore.

"Air laut naik sekira pukul sembilan, dan surut sekira pukul satu siang. Kalau sore mana ada orang yang mau beli. Biasanya orang belanja pagi." Ungkapnya. 

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti Syaiful tak menampiknya.

"Iya seperti jatah tahunan bagi mereka pedagang di sana," ujarnya. 

Baca juga: Terungkap Wilayah Terbanyak Pelanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru, Bukan Kecamatan Tampan

Namun ia mengaku jika wewenang penanggulangan banjir rob tidak berada di tangan pemerintah daerah Meranti, melainkan Pemprov Riau. 

"Namun kita tetap menjalin komunikasi dan mengusulkan. Seperti tahun sebelumnya mereka ada dilakukan normalisasi beberapa anak sungai di Selatpanjang. Seperti anak sungai Jalan Yos Sudarso dan Sungai Juling," ungkapnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved