Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Cinta Berujung Penderitaan, EP Nekat Bakar Diri Usai Cekcok degan Pacar

Pria ini menderita luka bakar hampir di seluruh tubuhnya, ia nekat bakar diri karena putus cinta.

Editor: Ilham Yafiz
unsplash @coopery
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pria ini menderita luka bakar hampir di seluruh tubuhnya, ia nekat bakar diri karena putus cinta.

EP (38) nekat kabar diri karena tidak terima diputus cinta.

EP merupakan warga Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar ),

EP kini harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Kharitas Bakti Pontianak.

“Dia frustrasi karena diputuskan. Sehingga nekat membakar diri".

"Dia kini masih menjalani perawatan medis".

"Hasil pemeriksaan dokter luka bakar korban 75 persen keseluruhan badan,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polii kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Rully menerangkan, peristiwa itu terjadi Selasa (17/11/2020) pukul 21.30 WIB.

Saat itu, EP dan pacarnya berinisial WL (31) cekcok mulut di Jalan Pangsuma Pontianak.

Di ujung cekcok itu, WL mengajak putus.

“Mendengar putus, EP tidak terima dan mengancam akan bunuh diri bila WL memutuskanya,” ujar Rully.

Ternyata, ancaman itu tak digurbis WL.

Akhirnya EP pun mengambil bensin yang dia bawa di dalam jeriken lalu menyiramkan ke tubuhnya dan membakar diri dengan korek api.

“Melihat korban terbakar, WL langsung berteriak dan meminta bantuan kepada warga sekitar untuk membawa korban ke RS Kharitas Bakti dan menghubungi anggota kepolisian untuk tindakan lebih lanjut,” ujar Rully.

Dalam kejadian tersebut, kepolisian mengamankan barang bukti berupa sebuah jeriken, celana bekas terbakar dan sepasang sandal jepit.

“Kami juga telah mendatangi tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” tutup Rully.

Baca juga:

5 Bocah di Padang Alami Pelecehan oleh Penjaga Warnet, Pelaku Ngaku Dulu Juga Jadi Korban Tetangga

Tak Tahan Dirudapaksa 5 Tahun oleh Mertua, Wanita Ini Justru Makin Kecewa Setelah Lapor Suami

KERAS! Rocky Gerung Salahkan Mahfud MD atas Keramaian di Acara Habib Rizieq Shihab, Kedunguan Istana

Kisah Cinta Tragis Lainnya

Baru dua minggu kekasihnya meninggal dunia karena bunuh diri, seorang perempuan berinisial MT (24) nekat melakukan hal yang sama.

MT mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Selasa (17/11/2020) sore.

Korban diduga depresi karena ditinggal pacar yang juga bunuh diri.

Semenjak ditinggal pergi meninggal, korban kerap menyendiri dan jadi pendiam.

Korban merupakan warga Dusun Kata, Lembang (Desa) Salu, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kapolsek Sopai, Iptu Daud Massangka bersama piket fungsi dipimpin Kanit Tipidum, Aiptu Alex Parinding meninjau lokasi TKP.

“Kronologis kejadian sesuai keterangan saksi yaitu ayah korban YK (59), saat berada di rumah anaknya yaitu Mama Icet hendak mencari batu untuk digunakan melempar burung pipit di sawah,” ucap Iptu Daud.

Lanjut Daud saat sementara mencari batu, YK melihat anaknya MT tergantung di balok atap rumah bagian samping kiri rumah gunakan kain selendang berwarna hitam terikat di leher korban.

Kemudian YK memanggil kakak korban (saksi) yakni HS (38) meminta pertolongan ke tetangga sekitar.

“Dari hasil keterangan keluarga dan teman dekat korban bahwa semenjak pacar korban meninggal dunia karena gantung diri awal November 2020, mulailah korban sering terlihat menyendiri dan menjadi pendiam,” terang Daud.

Ilustrasi (Tribunpekanbaru.com)
Barang bukti diamankan yaitu sebuah kain selendang berwarna hitam digunakan korban gantung diri.

Keluarga korban kemudian menolak dilakukan otopsi dan dibuatkan surat pernyataan penolakan dan hasil penyelidikan tidak ada tanda kekerasan terhadap MT.

“Korban diduga mengalami depresi karena ditinggal pacar yang juga bunuh diri 3 November 2020 lalu,” tutup Daud.

Dua Pekan Lalu Sang Pacar Juga Meninggal Bunuh Diri

Pekan lalu, pacar MT, YM, meninggal bunuh diri di Kalintiong, Lembang (Desa) Salu, Kecamatan Sopai, Sabtu (31/10/2020) malam.

Kapolsek Sopai, Iptu Daud Masangka bersama personel dipimpin Ka SPKT, Aiptu Daniel Pelu didampingi Kanit Resmob Reskrim, Bripka Leo Timan dan piket fungsi Polres Toraja Utara mendatangi lokasi penemuan mayat seorang laki-laki, YM (23).

“Ada dua saksi yang diperiksa yaitu saudara korban yakni YS (27) dan KN (17), korban ditemui gantung diri depan kandang babi,” kata Daud, Rabu (4/11/2020).

Dari keterangan saksi YS, korban pernah dirawat di rumah sakit dua hari karena pingsan di halaman rumahnya.

Semenjak sudah dirawat, YM sering menyendiri dan termenung.

Lanjut Daud menjelaskan, pada malam hari korban pulang dari warung ballo’ dan saat pulang memanggil-manggil ibunya namun sang ibu sedang tertidur.

“Saksi mencari korban di kamar namun tidak ada dan mendapati pesan bertuliskan ‘Selamat jalan keluarga’. Saksi kemudian mencari korban ke halaman dan menemukan tergantung di depan kandang babi,” terangnya.

Keterangan dari keluarga, korban selama ini tertutup dan pendiam. Diketahui korban adalah ketua PPGT Jemaat Kalintiong dan aktif di gereja.

Atas kejadian itu pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan kemudian dibuatkan surat pernyataan penolakan otopsi serta pemeriksaan di lapangan tidak ada tanda kekerasan

“Barang bukti diamankan seutas tali pramuka berwarna putih yang digunakan korban gantung diri dan buku saku tempat korban menulis pesan singkatnya,” tuturnya.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Pria 38 Tahun Nekat Bakar Diri, Tak Terima Diputus Cinta oleh Sang Pacar, https://aceh.tribunnews.com/2020/11/18/pria-38-tahun-nekat-bakar-diri-tak-terima-diputus-cinta-oleh-sang-pacar?page=all.

Editor: faisal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved