Breaking News:

Foto-Foto Sensitif Dibongkar, Djoko Tjandra Tak Tinggal Diam dengar Kesaksian Saksi Ahli Bareskrim

Kasus penerbitan surat jalan palsu maupun red notice Djoko Tjandra terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Ilustrasi - Djoko Tjandra saat tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (28/9/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus penerbitan surat jalan palsu maupun red notice Djoko Tjandra terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dalam persidangan terkuak cara Bareskrim Polri mendapatkan beberapa nomor ponsel milik buron kasus Bank Bali, tersebut.

Meski demikian, Djoko Tjandra tak tinggal diam, mendengar kesaksian dari polisi.

Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra meragukan semua informasi yang diterangkan saksi ahli AKP Adi Setya dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Adi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara surat jalan palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020).

Keraguan Djoko Tjandra timbul lantaran dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik saksi, tertulis sejumlah nomor handphone dirinya dengan provider Singapura, Malaysia, Sydney, dan Beijing.

Padahal klaim Djoko Tjandra nomor-nomor tersebut sudah puluhan tahun tidak digunakan.

Terlebih lagi, dirinya sejak 11 tahun lalu tidak tinggal di Indonesia.

"Saya meragukan informasi yang dipaparkan oleh saudara saksi. Karena pada BAP tanggal 7 bulan Agustus, saudara menyatakan bahwa nomor HP yang ada dalam BAP ini nomor telepon saya di Indonesia, di Sydney, di Beijing, maupun di Singapura dan Malaysia.

Itu semua nomor sekian puluh tahun lalu sudah tidak saya pakai. Bagaimana ahli bisa mendapat nomor ini?" kata Djoko Tjandra di persidangan.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved