Breaking News:

Polisi Indonesia Buru 2 Warga Malaysia, Terlibat Penyelundupan Sabu-sabu ke Inhil Via Perairan Riau

Polisi Indonesia yakni Polres Inhil saat ini sedang memburu 2 Warga Malaysia yang terlihat penyelundukan narkotika ke Inhil melalui perairan Riau.

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Polisi Indonesia Buru 2 Warga Malaysia, Terlibat Penyelundupan Sabu-sabu ke Inhil Via Perairan Riau 

1 Unit Handphone Merk Samsung J7  1 Unit Handphone Merk Nokia warna biru muda,

1 Unit Handphone Merk Nokia warna hitam, 1 Unit Handphone Merk Nokia warna Biru Tua,

1 unit handphone merk samsung warna putih dan 1 unit Handphone VIVO warna biru.

Kapolres mengungkapkan, berdasarkan laporan masyarakat bahwa Perairan Pulau Burung memang sering dilewati kapal yang membawa narkotika setelah mengantar kelapa dari Malaysia.

“Pulangnya mereka membawa narkotika, sehingga pada 27 oktober kemarin saat Polair sedang patroli di pulau burung menjumpai kapal yang diduga membawa narkoba tersebut dengan muatan kosong,” ungkap Kapolres dalam press relase didampingi Wakapolres Inhil Kompol Kari Kamsah Ritonga, Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar dan Kasat Polair Rizki Hidayat.

Setelah memberhentikan dan melalukan pemeriksaan, ditambahkan Kapolres, benar adanya dijumpai barang yang diduga narkotika dari Kapal dumai sentosa tersebut.

“Setelah digeledah disaksikan nakhoda kapal, kita jumpai ada sabu, pil ekstasi, happy five termasuk serbuk yang bisa dicetak jadi ektsrasi, barang tersebut diambil dari daerah pelabuhan di batu pahat malaysia untuk dibawa ke guntung,” beber Kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Sat Narkoba Polres Inhil terhadap ABK didapatkan keterangan bahwa pemilik Narkotika tersebut adalah HA sebagai KKM (Kepala Kamar Mesin) KLM Dumai Sentosa.

“Narkotika tersebut akan diserahkan kepada AW, seorang warga Lampung yang merupakan utusan dari S (Napi Lapas Palembang),” tutur Kapolres.

Selanjutnya, Kamis (12/11) sekitar pukul 07.50 Wib, Tim Gabungan Sat Narkoba dan Sat Polair dibawah pimpinan Kasat Narkoba Polres Inhil melakukan penangkapan terhadap AW dengan cara Control Delivery bersama HA di Lobi Hotel Puri Sungai Guntung, Kecamatan Kateman.

Setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan, AW mengaku diperintahkan untuk menerima Narkotika dari HA serta selanjutnya di bawa ke Palembang dan akan diserahkan kepada seseorang sesuai perintah BA (WNA Malaysia).

Kemudian Sat Narkoba Polres Inhil melakukan pengembangan kepada pengendali Narkoba yang berada di Palembang diback up oleh Tim Direktorat Narkoba Polda Riau tepatnya ke Lapas Kelas I Palembang. 

Hasil Profeling jejak digital dari Napi yang diduga awalnya bernama S setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan nama yang dimaksud bernama AS dan dibenarkan oleh HA melalui  Video Call berikut bukti komunikasi serta foto via chat WA antara AS dan HA sehubungan perintah membawa narkotika dari Malaysia ke Kabupaten Inhil. 

“Ternyata semua ini dari awal sudah di setting dari dalam Lapas oleh S yang terjerat kasus narkotika juga dan divonis 10 tahun 8 bulan penjara.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved