Breaking News:

Pemuka Agama Berperan Penting Cegah Karhutla

BRG menggelar kegiatan Sosialisasi Masjid Peduli Gambut di Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau

istimewa
Badan Restorasi Gambut (BRG) menggelar kegiatan Sosialisasi Masjid Peduli Gambut di Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, 18-19 November 2020. 

BRG Gelar Kegiatan Sosialisasi Masjid Peduli Gambut di Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Badan Restorasi Gambut (BRG) menggelar kegiatan Sosialisasi Masjid Peduli Gambut di Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, 18-19 November 2020.

Kegiatan ini bertujuan mendukung masyarakat dan ulama dalam mengedukasi warga masyarakat tentang ajaran agama Islam untuk perlindungan lingkungan, termasuk ekosistem gambut.

Kebakaran lahan gambut pada 2014-2015 sempat memupuskan harapan masyarakat Desa Temeran. Lahan seluas 311,34 hektare tanaman nanas dan karet milik warga musnah dilalap si jago merah.

Warga desa yang kekurangan modal tidak bisa mengembangkan budidaya nanasnya. Beruntung, empat tahun berselang Badan Restorasi Gambut (BRG) masuk ke Desa Temeran melalui program Desa Peduli Gambut. Geliat perekonomian masyarakat Desa Temeran tumbuh seiring restorasi atau pemulihan gambut yang menjadi prioritas di Provinsi Riau.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr. Hj. Myrna A. Safitri, dalam sambutannya pada pembukaan  kegiatan Sosialisasi Masjid Peduli Gambut di Desa Temeran, mengatakan, melalui program Desa Peduli Gambut diharapkan ketahanan lingkungan desa makin kuat, selain ketahanan ekonomi dan sosial. 

Menurutnya para Da'i, ustadz, ustadzah memberikan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat dan memainkan peran penting dalam mengkomunikasikan betapa pentingnya pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab.   

Sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan masjid ramah lingkungan (eco masjid). "Masjid adalah pusat syiar agama Islam yang penting. Termasuk dakwah lingkungan," ujar Myrna.

Kegiatan Masjid Peduli Gambut merupakan kerja sama BRG dengan Majelis Ulama Indonesia, khususnya Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Kepala Desa Temeran, Arifin menyambut baik kegiatan yang digagas BRG ini. Dijelaskannya, desanya mendapat bantuan dari BRG sebesar Rp 201 juta. Dana itu digunakan untuk pembuatan demplot, Infrastuktur Pembasahan Gambut (IPG), dan bantuan pokmas.

Arifin mengatakan, kegiatan pokmas yaitu program penanaman nanas dilakukan di lahan seluas 10 hektare. Nanas tersebut saat ini memasuki persiapan panen. Sementara itu, penanaman gerunggang dilakukan di lahan restorasi seluas 25 hektare. Kegiatan ini, menurutnya sangat membantu proses penanganan kebakaran lahan.

Selain pelaksanaan revitalisasi ekonomi, Arifin menyebut, warga desanya juga diberi pelatihan mengenai pemadaman kebakaran. Bahkan, kata dia, BRG juga memberikan pembinaan pengolahan sagu dan piring dari pelepah pinang. (rls)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved