Breaking News:

KPK Akan Kirim Memori Banding Ke PN Pekanbaru Terkait Vonis Mantan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), langsung menyusun memori banding terkait vonis yang dijatuhkan pada Amril Mukminin

TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Tahanan KPK Bupati Nonaktif Amril Mukminin dengan tangan diborgol tiba di Rutan Kelas 1 Pekanbaru, Rabu (8/7/2020). Amril Mukminin dipindahkan penahanannya dari Jakarta ke Pekanbaru, pemindahan ini dalam rangka melaksanakan penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mantan Bupati Bengkalis Amril Mukminin divonis enam tahun penjara atas kasus korupsi. Selain enam tahun penjara, Amril juga membayar denda Rp 500 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), langsung menyusun memori banding terkait vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, terhadap terdakwa Amril Mukminin tersebut.

Mantan orang nomor satu di Kabupaten Bengkalis itu, merupakan pesakitan dalam perkara korupsi yang ditangani oleh lembaga anti rasuah tersebut.

Untuk diketahui, memori banding dapat diartikan sebagai risalah yang disusun oleh pemohon banding, dalam hal ini JPU KPK, dan merupakan tanggapan terhadap sebagian maupun atas seluruh pemeriksaan dan putusan yang dijatuhkan. 

Pernyataan banding sendiri langsung disampaikan JPU KPK dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (9/11/2020) lalu.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyebutkan, pihaknya belum mengirimkan memori banding ke PN Pekanbaru, untuk kemudian diteruskan ke pengadilan tingkat kedua, dalam hal ini Pengadilan Tinggi.

Baca juga: Amril Mukminin Divonis 6 Tahun Penjara, Ketua DPRD Bengkalis Doakan Bupati Non Aktif Tabah

Baca juga: Kabar Buruk dan Kabar Baik untuk Kasmarni-Bagus Santoso, Amril Mukminin Divonis Bebas dan Bersalah

Baca juga: BREAKING NEWS, Bupati Bengkalis Non Aktif, Amril Mukminin Bebas, Tak Terbukti Terima Gratifikasi

Tiga orang saksi yang salah satunya Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet menjalani sidang  perkara dugaan korupsi proyek Jalan Duri - Sei Pakning, dengan terdakwa Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin, Kamis (9/7/2020) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Dalam perkara ini, Amril didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menerima suap sebesar Rp5,2 miliar. Dia juga menerima grarifikasi Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha perkebunan yang diberikan melalui istrinya, Kasmarni.
Tiga orang saksi yang salah satunya Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet menjalani sidang perkara dugaan korupsi proyek Jalan Duri - Sei Pakning, dengan terdakwa Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin, Kamis (9/7/2020) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Dalam perkara ini, Amril didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menerima suap sebesar Rp5,2 miliar. Dia juga menerima grarifikasi Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha perkebunan yang diberikan melalui istrinya, Kasmarni. (TRIBUN PEKANBARU / DODY VLADIMIR)

"Belum (dilimpahkan)," kata Ali, Kamis (19/11/2020).

Disebutkan Ali, memori banding rencananya akan dikirim ke PN Pekanbaru dalam waktu dekat.

"Kami rencanakan minggu depan, nanti kami infokan lebih lanjut," tuturnya.

Pada dasarnya, vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini, sama dengan tuntutan yang dilayangkan oleh JPU KPK sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved