Breaking News:

Penanganan Covid

Beberapa Hari Sejak Pemberlakuan PSMB, Masih Ditemukan Warga Tidak Memakai Masker di Meranti

PSBM di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti resmi diberlakukan sejak Rabu (18/11/2020).

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ilham Yafiz
istimewa
Penertiban Prokes sebagai tindak lanjut pelaksanaan PSBM di Desa Tanjung Peranap. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti resmi diberlakukan sejak Rabu (18/11/2020).

Protokol kesehatan (prokes) ketat pun diterapkan demi mencegah penyebaran Covid-19 di desa itu.

Tim gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Perangkat Desa dan Relawan juga aktif melakukan pengawasan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 sesuai Perbup Nomor 69 Tahun 2020.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat IPTU AGD Simamora SH MH, mengatakan, hingga Jumat (20/11/2020) atau hari ketiga diterapkannya PSBM di Desa Tanjung Peranap, tim masih menemukan adanya warga yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Mereka yang tidak pakai masker tersebut langsung ditegur dan dipasangkan masker oleh petugas.

"Masyarakat harus mengerti dan sadar bahwa saat ini Desa Tanjung Peranap sedang diberlakukan PSBM. Prokes ketat harus kita jalankan agar terhindar dari wabah Covid-19 ini," ujar Simamora Minggu (22/11/2020).

Kapolsek menjelaskan, selama penerapan PSBM Desa Tanjung Peranap, pihaknya berupaya untuk melakukan pendekatan secara humanis. Sehingga, masyarakat yang melanggar bisa disadarkan tanpa harus disanksi.

"Kita harap masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena jika prokes dijalankan dengan baik dan benar, maka penyebaran Covid-19 ini dapat dihentikan," ujarnya.

Untuk diketahui, PSBM Desa Tanjung Peranap diberlakukan mulai Rabu 18 November 2020 hingga 14 hari ke depan. Kebijakan itu diambil pasca ditemukannya belasan warga desa itu yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Baca juga:

Ilmuwan China Sebut Asal-usul Virus Corona Bukan dari Wuhan, Kasus Covid-19 Terus Bertambah

Pj Sekdako Pekanbaru Ingatkan OPD Layanan Publik Cegah Kerumunan Saat Antre,Putus Penularan Covid-19

Kenali Perbedaannya, Flu Biasa dan Covid-19

Selain itu tim gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Perangkat Desa dan Relawan melakukan penyemprotan disinfektan ke fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang ada di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Simamora mengatakan, ada tiga titik yang sudah dilakukan penyemprotan hingha saat ini diantaranya, Kantor Desa, Poskesdes dan Masjid Jamik Tanjung Peranap.

"Dengan semangat dan rasa kebersamaan, penyemprotan disinfektan ini bisa dilakukan hingga selesai," ujar Simamora.

Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan sebagai antisipasi menyebarnya virus corona di Desa Tanjung Peranap. Mengingat, di desa itu telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) selama 14 hari, pasca belasan warganya terpapar virus tersebut.

Meski demikian, Kapolsek mengimbau warga agar tidak panik, tapi tetap waspada dalam menghadapi situasi.

"Tetap patuhi imbauan pemerintah, baik dalam hal menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tetap di rumah, dan jika terpaksa keluar agar menggunakan masker guna melindungi diri dari segala macam virus termasuk Covid-19," pungkas Simamora.

( Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan )

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribunpekanbaru.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin) Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved