Breaking News:

Ini Wajah Pelaku yang Bunuh Driver Ojol Wanita, Jasad Ayu Membusuk Dalam Karung

Pelaku pembunuhan sadis ini akhirnya dilumpuhkan polisi karena mencoba melawan saat diamankan polisi.

Editor: Muhammad Ridho
(KOMPAS.com/HERU DAHNUR)
Tersangka menggunakan kursi roda di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Sabtu (21/11/2020). 

Pelaku pembunuhan driver ojol wanita Fitri Yanti, akhirnya digelandang ke Mapolrestabes Medan, Kamis (24/9/2020).

Tersangka bernama Fery Pasaribu (49), yang tak lain adalah suami siri Fitri Yanti, dibawa dalam kondisi tangan diborgol dan mengenakan baju oranye tahanan.

Keluarga korban yang telah menunggu tersangka di Mapolrestabes Medan, langsung meluapkan amarahnya.

Sejumlah keluarga Fitri Yanti terlihat menendang perut Fery Pasaribu. Keluarga korban juga melontarkan kata-kata kasar terhadap pelaku.

Pelaku yang terkejut mendapat serangan mendadak, langsung berlari menghindari amukan keluarga Fitri Yanti.

Melihat situasi tak kondusif, pihak kepolisian langsung membawa pelaku ke dalam ruangan.

Di Mapolrestabes, anak pertama korban, Rani (23) tampak menangis terisak.

Rani yang mengenakan kerudung merah ini meminta agar pelaku dihukum mati.

Ia pun meminta semua yang terlibat dalam kejadian pembunuhan ibunya diproses.

"Kami ingin dihukum mati, saya juga ingin supaya keluarganya diproses, mereka membantu eksekusi mama. Pokoknya kami percaya bahwa keluarganya bantu, anak istri keluarga membantu eksekusi mama, semua sama. Eksekusi ini kami yakin tidak sendiri, dia mengaku sendiri, tapi kami merasa ada teman-temanya," ucapnya di lokasi.

Rani menyebutkan bahwa dirinya terakhir berhubungan dengan ibunya pada hari Jumat, satu hari sebelum kejadian.

Saat itu, Fitri Yanti memberikan pesan kepada Rani untuk menjaga adik-adiknya.

"Saya di Pekanbaru, pas hari Jumat saya video call, dia pengen buka kedai di Pajak Halat. Saya bilang nanti terjadi sesuatu, keluarga mereka ngajar mamak lagi. Katanya gak apa-apa, ini demi anak cucu. Di rumah, ada adek saya, nenek sama cucu. Tapi pas hari Sabtu itu kasih pesan jaga cucu, jaga nenek," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa saat kejadian ibunya permisi untuk bertemu dengan orang.

"Dibilangnya sama adek disuruh cepat pulang supaya kerja hari Minggunya. Pas di hari Sabtu itu permisi mau jumpai kawannya," pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun T r ibun Medan pada Senin (21/9/2020) malam, personel Polsek Tapung Polda Riau berhasil menangkap tersangka pembunuhan Fitri Yanti.

Fery Pasaribu ditangkap oleh personel Polsek Tapung setelah mendapat permintaan bantuan dari Polda Sumut tentang keberadaan tersangka.

“Tersangka ditangkap ketika sembunyi di rumah kerabatnya,” sebut sumber sembari menambahkan bahwa saat ini tersangka sudah dijemput Polda Sumut dan masih dalam perjalanan.

Sebelumnya, anak korban, Farhan Aulia Natugo mengungkapkan, pihak keluarga terpukul atas peristiwa yang menimpa Fitri Yanti.

"Kalau ibu meninggalnya wajar perlahan bisa mengikhlaskan. Tapi ini, dia dibunuh dengan sadis, rasa sedih terus menghantui. Karena saya begitu dekat dengan ibu," bebernya.

"Kalau kondisi ibu, leher nyaris putus. Ibu gak pernah ada masalah sama orang. Kenapa tega kali pelaku membunuh ibu saya seperti itu," imbuhnya.

Informasi yang berhasil didapat, pascapenemuan jenazah Fitri, beberapa benda miliknya juga hilang seperti gelang emas, dan sepeda motor.

Belakangan, sepeda motor Honda Beat yang digunakan korban berhasil ditemukan petugas.

Pesan Terakhir kepada Sang Anak

Ramadius, seorang keluarga Fitri, mengisahkan aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.

Korban keluar dari rumah orangtuanya di Jalan Bromo Gg Bahagia, mengendarai sepeda motor jenis metik pada Sabtu (29/8/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kurang lebih 60 menit setelah korban pergi, seorang anak korban menelepon ibunya untuk menanyakan keberadaannya.

"Mamak di Tembung sama kawan. Jaga anak-anak (cucu korban)," ujar Ramadius menirukan ucapan anak korban yang laki-laki.

Lanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB, korban masih komunikasi via telepon dengan anaknya.

“Bahkan korban berpesan kepada anaknya agar jaga anak-anak (cucu korban)," ungkapnya.

Pernyataan itu ternyata menjadi pesan terakhir yang diucapkan korban.

"Malam itu keluarga terus mencari korban hingga akhirnya mendapat kabar bahwa korban ditemukan warga telah tewas di Pasar II, kawasan Tembung," katanya.

Masih dijelaskan Ramadius, bahwasanya korban selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia.

"Korban ini sering bertengkar dengan suaminya, berinisial F yang usianya diperkirakan lima puluhan tahun. Selama ini mereka (korban dan F tinggal di Pasar V Tembung). Karena sering berantem dengan suaminya, makanya korban kembali ke rumah orangtuanya," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Inilah Tampang Pelaku Pembunuhan Driver Ojek Online Ayu (27), Ditembak Polisi di Sumatera Selatan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved