Breaking News:

Hari Guru

Meski Bersuami Bupati, Rasidah Alfedri Tetap 'Keukuh' Menjadi Guru dan Tampil Sederhana

Rasidah Alfedri, guru mata pelajaran bilogi SMAN 1 Siak merindukan murid-muridnya pada Hari Guru Nasional, 25 November 2020.

Tribunpekanbaru.com
Rasidah Alfedri Dicium oleh Putra (5), seorang bocah dari ibu tuna netra. Putra dan keluarganya yang tak mampu disambangi, Jumat (28/2/2020) 

Di satu sisi, ia memaklumi kondisi bencana non alam ini, namun di sisi lain, rasanya pandemi Covid 19 ini sudah mengacaukan segalanya.

"Meski berbeda dari tahun sebelumnya saya tetap mengucapkan selamat hari guru, semoga kita guru-guru bisa menjadi teladan dan inspirasi serta menjadi orangtua di luar rumah yang mengajarkan banyak pelajaran tentang kehidupan, kepada anak-anak," kata dia.

Menurut Rasidah Alfedri , guru tidak hanya menanamkan ilmu semata kepada siswanya.

Tetapi juga menjadi pendorong dan menanamkan budi pekerti yang luhur kepada anak-anak didik. Nilai-nilai luhur itulah yang membentuk watak dan kepribadian generasi emas bangsa ini.

Kerinduan Rasidah Alfedri kepada murid-muridnya dan sekolah tempat ia mengabdi adalah sebuah kewajaran.

Maklum, Rasidah Alfedri telah menjadikan guru sebagai passionnya sedari dahulu. Ia senang menjadi guru. Bakan hobi.

Meskipun bersuamikan seorang bupati, Rasidah tetap tidak tergoda naik pangkat menjadi pejabat daerah.

"Kalau tidak datang ke sekolah rasanya ada yang kurang, bagaimana mungkin saya mau meninggalkan sekolah. Sampai pensiun saya Insyaallah tetap jadi guru," kata dia.

Rasidah Alfedri juga tidak tertarik menjadi kepala sekolah.

Meskipun sebenarnya hal tersebut dapat dengan gampamg diraihnya.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved