Breaking News:

Hari Guru

Meski Bersuami Bupati, Rasidah Alfedri Tetap 'Keukuh' Menjadi Guru dan Tampil Sederhana

Rasidah Alfedri, guru mata pelajaran bilogi SMAN 1 Siak merindukan murid-muridnya pada Hari Guru Nasional, 25 November 2020.

Tribunpekanbaru.com
Rasidah Alfedri Dicium oleh Putra (5), seorang bocah dari ibu tuna netra. Putra dan keluarganya yang tak mampu disambangi, Jumat (28/2/2020) 

Bajunya hanya sekitar Rp 300 an ribu dan sepatu berkisar Rp 200 an ribu.

Meski begitu, Rasidah tetap tampak anggun tampil di depan publik. Senyum selalu mengembang di bibirnya dan ramah. 

"Ya, meskipun mendampingi bapak (Bupati) tetap pakai pakaian yang begitu. Memang rata-rata pekaian saya hanya begitu," kata dia.

Dalam pergaulan sehari-hari, termasuk pergaulan dengan murid dan rekan-rekannya sesama guru, Rasidah termasuk tidak bersekat.

Ia tidak pernah memposisikan dirinya lebih tinggi dari ibu-ibu lainnya. 

Terkait kendaraan, Rasidah hanya punya satu unit mobil Suzuki Swift tahun 2008.

Mobil itupun dibelinya dengan cara kredit selama 10 tahun. Padahal pada 2008 tersebut suaminya Alfedri sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Setdakab Siak. 

"Sebelum itu saya pakai motor yamaha  mio sporty pergi mengajar. Setelah kredit mobil, motor mio saya kasih kepada anak murid saya yang tinggal di panti asuhan. Waktu itu dia tidak punya kendaraan," kata dia.

Kunci kontak mobil yang dikendarai Rasidah saat ini juga sudah rusak. Bahkan sudah dibalut dengan lakban.

Rekan-rekannya sesama guru sering mencandain bahwa mobil milik Rasidah tersebut seperti mobil Mr Bean dan layak menjadi hadiah doorprize.

"Ya candaan sesama teman itu sudah biasa. Kami memang suka bercanda. Saya memang suka dengan mobil itu, rasanya sudah bersyukur sekali," kata dia.

Perjuangan Rasidah Alfedri hingga menjadi guru juga bukan dengan proses simsalabim. 

Dari kabupaten Indragiri Hilir sana, perempuan berdarah Banjar itu masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unri.

Setelah tamat ia lulus sebagai CPNS di SMA di kecamatan Sungai Apit, kala itu masih kabupaten Bengkalis.

Sebuah daerah yang jauh bagi perempuan selembut Rasidah kala itu.

"Di Sungai Apit itu saya pergi mengajar naik sepeda. Lama saya pakai sepeda mengajar dulu. Setelah menikah baru di antar bapak naik sepeda motor," kata dia.

Menurut Rasidah, menjadi guru memang cita-citanya sedari kecil. Hal tersebut juga keinginan orangtuanya.

Meskipun sudah bersuamikan seorang bupati, Rasidah Alfedri tetap setia dengan profesinya sebagai guru.

Ia tidak peduli godaan dan rayuan berbau politik, agar masuk ke dinas untuk menjadi pejabat.

Untuk diketahui, suami Rasidah Alfedri adalah Alfedri,  bupati Siak yang saat ini sedang menjabat sebagai kepala daerah di kabupaten itu.

( Tribunpekanbaru.com / mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved