Breaking News:

Videonya Menodai Bocah Lelaki Dijual Hingga ke Luar Negeri, Kasus Asusila Pria Ini Disidang PN Dumai

Kasus asusila yang melibatkan terdakwa Rafi (22) resmi digelar oleh PN, Dumai, pada Kamis. Ancaman bisa sampai 10 tahun penjara.

Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kasus asusila yang melibatkan terdakwa Rafi (22) Sidang berlangsung secara virtual dari Pengadilan Negeri Dumai‎, dan tertutup untuk umum, dengan agenda pembacaan dakwaan.

Ketua Majelis Hakim Abdul Wahab memimpin jalannya sidang dengan hakim anggota Alfonsus Nahak dan Rinaldi Tobing.

Kasi Pidum Kejari Dumai, Agung Irawan yang juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan, sidang perdana kasus sodomi dan pornografi dengan terdakwa Rafi, agendanya pembacaan dakwaan.

"Jadi untuk sidang perdana ini, terdakwa Rafi di dakwa UU Pornografi dan UU ITE dengan ancaman bisa sampai 10 tahun penjara," katanya, Kamis.

Ia menanambahkan, kasus ini merupakan pelimpahan kasus dari Kejagung RI.

Pelaku di amankan pada pertengahan 2020 lalu.

Kasus tersebut bermula ketika pelaku berkenalan dengan para korban melalui media sosial dan game online.

Dari perkenalan tersebut, tambahnya pelaku melancarkan aksi bejatnya kepada korban yang diketahui merupakan anak laki-laki masih di bawah umur.

Ada empat korban, dua korban di Dumai dan dua di luar Kota Dumai.

"Kami yakin pasti banyak korban lainnya, karena dilihat dari konten video porno totalnya ada sekitar 403 video porno yang direkam terdakwa," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved