Breaking News:

Berita Riau

Pabrik Jamu Ilegal di Pekanbaru Digerebek Polisi, Dipasarkan Hampir ke Seluruh Wilayah Riau

Komplotan pembuat jamu ilegal di Pekanbaru berhasil digulung oleh Polresta Pekanbaru. Selama 6 bulan beroperasi mereka meraup untung Rp 60 Juta/bulan.

Tribunnews.com
Ilustrasi pabrik jamu ilegal yang digerebek 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Selama enam bulan beroperasi di Jalan Garuda Sakti, Gang Markisa KM 3 Kelurahan Air Putih, Tampan, Pekanbaru, industri jamu ilegal yang diungkap aparat kepolisian ternyata sudah beredar di sejumlah daerah Provinsi Riau, di antaranya adalah Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu dan Sorek, Kabupaten Pelalawan.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, dalam memasarkan produknya, kelompok tersebut cukup hati-hati, dengan mendistribusikan melalui pengusaha yang sudah mereka kenal.

"Produk jamu ilegal ini diedarkan ke sejumlah wilayah di Riau, seperti Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu dan Sorek, Kabupaten Pelalawan. Sistemnya, mereka mengedarkan kepada orang-orang yang sudah mereka kenal," kata Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, saat ekspos temuan jamu ilegal tersebut di lokasi kejadian.

Baca juga: Satgas Covid-19 Tegaskan Menghalangi Petugas yang Melakukan Pemeriksaan dapat Dijatuhkan Sanksi

Kombes Pol Nandang juga mengatakan, pihaknya menemukan dan mengamankan lima karung ukuran besar bahan baku pembuatan jamu yang berbahaya bagi kesehatan, kemudian juga mengamankan mesin pengolahan, botol serta kardus dan sebagian sudah siap diedarkan.

"Selain itu juga terdapat barang bukti lainnya, berupa 190 kotak isi 12 botol jamu, 80 kardus jamu, satu drum minyak peppermint, satu karung campuran daun-daun kering serta satu unit mobil pickup," jelasnya.

Ditembahkannya, dengan kodal Rp150 juta, para pelaku memulai usaha home industri jamu ilegal tersebut dengan keuntungan sebesar Rp60 juta.

Baca juga: GAWAT, Angka Perceraian di Siak Capai 706 kasus, Dominan Faktor Ekonomi dan Pandemi Covid-19  

"Dari pengakuan para pelaku, modal awal mereka adalah Rp150 juta. Kemudian dari produksi jamu ilegal tersebut, mereka mengaku meraup untung sebesar Rp60 juta," tambahnya.

Dalam perkara ini, para pelaku dijerat pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan pasal 62 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 9 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Sebelumnya, jajaran reserse Polsek Tamban berhasil mengungkap pembuatan jamu ilegal di Jalan Garuda Sakti, Gang Markisa KM 3 Kelurahan Air Putih, Tampan, Pekanbaru.

Dengan laporan yang diterima pihak Kepolisian Sektor Tampan tersebut, akhirnya pembuatan jamu ilegal berhasil diungkap, dengan mengamankan sebanyak enam orang dalam kasus tersebut.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved