Breaking News:

2 Massa Simpatisan Paslon Pilkada Tawuran, Belasan Orang Diciduk, Parang dan Panah Disita

Ke-13 orang ini diamankan karena diduga mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam, kayu, bahkan batu.

Editor: CandraDani
Dokumen Polres Malaka via Kompas.com
Barang bukti senjata tajam hingga panah yang diamankan dari massa 2 kubu Paslon di Pilkada yang melakukan tawuran di Malaka. Tawuran di Malaka( 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aparat Kepolisian Resor Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap 13 orang warga setempat. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Johannes Bangun, mengatakan, 13 warga yang ditangkap itu merupakan pendukung dan simpatisan pasangan dua calon bupati dan wakil Bupati Malaka.

"Mereka terlibat aksi tawuran, sehingga anggota di lapangan terpaksa bubarkan dan menangkap 13 orang," ungkap Johannes, kepada sejumlah wartawan di Kupang, Sabtu (28/11/2020).

Johannes merinci, 13 orang pelaku tawuran itu berinisial YL (21), DS (20), GS (22), DS (20), OB (25), SK (17), KM (21), ADC (17), HL (18), RA (20), SNL (21), SM (20) dan YU (20).

Aksi tawuran tersebut berlangsung di Jembatan Benanai, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman.

"Ke-13 orang ini diamankan karena diduga mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam dan kayu bahkan batu," ujar dia.

Baca juga: 3 Lansia Diserang Ribuan Lebah Saat Mancing, Muka Bengkak-bengkak dan Seorang Diantaranya Pingsan 

Selain menangkap 13 orang tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, satu unit mobil pikap, ketapel, kayu, batu dan panah.

Saat ini, 13 orang tersebut beserta barang bukti ditahan di Mapolres Malaka guna proses hukum lebih lanjut.

Terkait aksi tawuran atau aksi anarkistis yang mengganggu proses pesta demokrasi pilkada serentak tahun 2020 di wilayah NTT, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menegaskan akan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan anarkistis.

"Kami tidak akan segan-segan menindak tegas apabila ada tindakan anarkis dari siapapun. Mereka yang melanggar dan membuat keributan saat pilkada akan diproses sesuai dengan standar operasional prosedur," ujar dia.

Pihaknya berharap masyarakat tetap menjaga situasi tetap aman dan tidak terprovokasi. 

Baca juga: Tak Tahan Bau Busuk, Eko Cari Sumbernya Ketemu Plastik Dikira Bangkai Kucing Ternyata Mayat Bayi

Hadir di Kampanye Salah satu Paslon, Kepsek Dipidana 4 Bulan Penjara

Pihak Pengawas Pemilu mempidanakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pelalawan.

Pasalnya Kepala Sekolah salah satu SD Negeri di Pelalawan tersebut memberikan kata sambutan mewakili tuan rumah pada kampanye dialogis kampanye salah satu Paslon pemilihan kepala daerah Pelalawan, beberapa waktu lalu.

Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi (Datin) Bawaslu Pelalawan, Khaidir, S.IP mengatakan, kepala sekolah dengan inisial BH tersebut divonis 4 bulan penjara, dan denda Rp2 Juta, subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Baca juga: Hampir Sepekan Ipong Menghilang Padahal Akan Menikah 6 Desember Nanti, Keluarga Sudah Lapor Polisi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved