Breaking News:

2 Massa Simpatisan Paslon Pilkada Tawuran, Belasan Orang Diciduk, Parang dan Panah Disita

Ke-13 orang ini diamankan karena diduga mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam, kayu, bahkan batu.

Editor: CandraDani
Dokumen Polres Malaka via Kompas.com
Barang bukti senjata tajam hingga panah yang diamankan dari massa 2 kubu Paslon di Pilkada yang melakukan tawuran di Malaka. Tawuran di Malaka( 

Temuan disampaikan Panwas Kelurahan/Desa kepada Panwas Kecamatan dan telah diregister oleh Panwas Kecamatan dengan nomor surat temuan 001/TM/PB/KEC-PLWN/04.08/X/2020 per tanggal 20 Oktober 2020.

Disebabkan adanya keterbatasan kemampuan Panwas Kecamatan serta minimnya sarana dan prasarana dalam menindaklanjuti temuan tersebut, temuan akhirnya diambil alih oleh Bawaslu Pelalawan dan telah dilakukan pleno oleh Bawaslu Pelalawan, dan kasus tersebut sudah diputuskan di pengadilan negeri Pelalawan dengan Nomor Perkara 336/Pid.Sus/2020/PN Plw.

Baca juga: PNS di Riau Kehilangan Uang Ratusan Juta, Ini Penyebabnya

Terdakwa dijerat dengan Undang-Undang  pasal 188 UU no 1/2015 jo pasal 71 UU 10/2016  ayat (1) tentang netralitas ASN dengan sangsi pidana kurungan penjara minimal 1 Bulan dan maksimal 6 Bulan.

Khaidir menjelaskan bahwa temuan tersebut telah diproses sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku dan telah dilimpahkan kepada penyidik dan akhirnya ke pengadilan.

"Temuan tersebut sudah kami bawa dalam rapat sentra gakkumdu 1, 2 dan hasil dari rapat tersebut Bawaslu melimpahkan temuan tersebut kepada penyidik yang merupakan unsur dari kepolisian," imbuhnya.

Khaidir menegaskan jauh sebelum terjadinya masalah ini, pihak Bawaslu Pelalawan sudah menyurati lembaga-lembaga pemerintah mulai dari bupati hingga kepada instansi lainnya agar menjaga netralitas ASN dalam pada pemilihan tahun ini.

Baca juga: Orang-orang Pingsan Ketakutan, Pria Ini Hadiri Pemakamannya, Padahal Baru Saja Terlindas Kereta Api

Khaidir berharap agar seluruh ASN khususnya dan Pegawai dilingkungan Pemerintah non ASN agar selalu menjaga netralitas dirinya dengan tidak menunjukkan keberpihakkannya, memposting maupun memberikan like pada salah satu paslon maupun tim kampanye.

"Saya berharap agar seluruh ASN khususnya dan Pegawai dilingkungan Pemerintah non ASN untuk selalu menjaga netralitas dengan tidak memposting foto-foto yang menunjukkan keberpihakkan terhadap salah satu paslon,  memberikan like ataupun berkomentar di status media sosial yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah tahun 2020," tuturnya. (**)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap", dan sebagian artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Kepsek di Pelalawan Divonis 4 Bulan Penjara, Terbukti Pidato, Joget di Kampanye Salah Satu Paslon,

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved